Kamis, 04 Desember 2014

Logika dan Perasaan

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 22.32 0 Note
Darimana aku harus memulai cerita tentang cinta?
Ketika aku merasakan anehnya denyutan didada kiriku setiap kali mataku menemukanmu? Atau ketika terucap ejaan cinta dari mulutmu untukku?
Aku hanya tak memahami darimana cinta muncul dan selalu meracuni otakku dengan keindahan-keindahan yang ditawarkannya. Iya, aku mengakui bahwa aku bahagia. Bahagia dengan kata cinta yang menggerogoti seluruh logikaku. Cinta begitu indah dikisahkan hingga tak ada kecacatan yang terlihat. Dia bagaikan malaikat yang selalu sempurna dan suci.Dan aku masih saja tak mengerti.

Kata mereka, sekarang bukanlah masalah ketika cinta antara 2 insan yang tak berada dalam satu payung. Mungkin dahulu ketika semuanya belum seperti sekarang, insan-insan yang siap bercinta harus menuruti apa kata para tetua. Bahkan untuk mengaitkan emas di jari manispun juga dalam kuasa mereka. Kini semuanya yang serba tak ada masa lalu, semuanya yang baru, yang tak terbatas, kenapa masa lalu itu masih saja berlaku?
Katanya sudah sama saja. Katanya sudah adil. Katanya sudah era globalisasi. Tapi apa? Masih ada mereka yang lain memilih untuk tetap mencari aman dengan sedikit membenci orang diluar lingkaran mereka.
Aku masih tak mengerti.

Kenapa dan kenapa? Katanya jodoh itu kuasa Tuhan. Katanya cinta itu bukan wewenang manusia untuk menentukannya. Lalu bagaimana dengan semua yang terjadi tepat di depan mataku? Apakah aku sebenarnya sedang berada di masa lalu? Kenapa cinta tidak lagi bisa menjadi satu-satunya alasan untuk mengikrarkan janji di depan Tuhan? Kenapa hanya mereka yang terpilih dan mendapat anggukan dari para tetua mereka masing-masing yang berhak membuat keindahan baru dalam hidup mereka? Berjalan dengan gaun yang indah, tersenyum satu sama lain lalu bergandengan tangan untuk menjemput kebahagiaan selanjutnya. Lalu kami yang masih percaya bahwa cinta akan menghilangkan rintangan-rintangan, akan dikemanakan?

Salahkah untuk percaya bahwa asumsi masa lalu dan sekarang itu sudah berbeda? Kenapa takdir dimana kelahiran terjadi membuat seakan-akan sebuah jarak yang lebar diantara semua kelahiran yang ada? Kenapa?

Seakan-akan kita semua lahir untuk saling membenci. Saling menghargai hanya sebagai topeng untuk menaikkan sudut pandang orang yang berada di lingkaran lain saat melihat lingkaranmu. Kita semua gila akan popularitas !

Harus bagaimana aku sekarang?
Bagaimana mematikkan api yang sudah membesar dan melambung begitu tinggi?
Butuh banyak waktu untuk menerima apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Terlalu banyak penyangkalan yang perasaan lakukan kepada logika. Ketika logika menolak, perasaan selalu punya alasan untuk mempertimbangkan. Perasaan akan selalu membuat pilihan itu kembali dan tak akan pernah ada jawaban pastinya. Semuanya hanya dalam sebuah kata bimbang yang mengambang. Ketika perasaan terus menekan masuk, logika akan terus mendorong keluar.

Aku tidak peduli lagi seberapa besar penyangkalan yang selalu hadir dalam benakku untuk terus berperang dengan logika. Aku menghargai logika. Aku menyetujui apa yang dia katakan. Aku menghargai perasaan. Aku mengikuti arusnya yang selalu membuatku senang. Tapi aku marah. Bukan kepada Tuhan tapi kepada diriku. Tuhan mempertemukan kita tak selalu berarti jodoh. Tapi kenapa diriku begitu bodohnya menganggap semua ini adalah jodoh?

Aku hanya tak ingin menyerah untuk cinta saat ini. Masih ingin berjalan disisimu walau sesungguhnya aku tak yakin akan berapa lama itu akan bertahan. Aku tahu, akan ada mereka yang akan mendorongku untuk pergi. Mereka akan memaksaku untuk tak lagi berada dalam hidupmu. Aku percaya mereka akan melakukan banyak kejahatan padaku.

Sejujurnya aku takut. Aku takut kita tidak akan bisa berbuat apapun selain diam dan menurut. Aku ingin berontak, tapi sepertinya kamu tidak bisa melakukannya bersamaku. Apalah artinya pemberontakan di satu pihak sementara pihak yang lain tak melakukan apa-apa?
Keragu-raguan terus menggelayuti diriku. Setiap detik.

Setiap aku bernafas, rasanya aku ingin menangis. Mengadu pada Tuhan di setiap sujudku, kenapa semua ini bisa terjadi? Tuhan, apa yang bisa aku lakukan?Aku hanya tak ingin menyerah. Itu saja, Tuhan.Salahkan aku percaya pada satu jodoh yang engkau berikan padaku? Salahkah aku menebak-nebaknya? Salahkah aku, Tuhan?

Aku hanya ingin bertahan dan terus mencintaimu. Sesederhana itu saja.
Salahkah?


Minggu, 19 Oktober 2014

Tuan yang Sangat Baik Hatinya

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 03.09 0 Note
Di tengah linangan air mata yang terus mengalir perlahan membasahi pipi yang berlemak ini, aku ingin mengungkapkan banyak hal yang tak pernah ku tahu bagaimana akhirnya. Aku tak pernah bisa tahu cara untuk menyelesaikan semua sebab ini yang selalu membuatku menghasilkan air mata berlebihan. Hal-hal yang menyiksa diriku sendiri dan banyak hal bodoh yang harusnya tak di lakukan oleh orang yang normal pikirannya. Mungkin memang aku sudah gila.

Gadis bodoh yang sangat mudah ditaklukan oleh cinta. Aku. Gadis gila yang tak pernah berhasil membuat dirinya menghindari jatuh ke lubang yang sama. Iya Aku. Gadis yang tak pernah bisa melakukan apapun selain menangis dan menyesali dirinya yang terlalu bodoh dan gila. Benar sekali, tak lain dan tak bukan adalah aku.

Sejak awal perkenalan kita yang semuanya seakan tak sengaja. Begitu apik Tuhan gariskan takdir itu untuk kita. Semua berjalan bagaikan alur cerita sinetron remaja yang mengambil tema cinta-cintaan ABG. Bahkan setiap kali aku mengulang kembali momen-momen itu, rasanya aku masih saja tak percaya itu dapat terjadi padaku, Aku masih tak bisa menerima garis yang sudah kini ku ikuti. Semuanya bagaikan sandiwara.

Tuan yang baik hatinya.
Tuan yang berhasil mengambil hatiku yang bahkan masih dalam bentuk serpihan. Tuan yang tak harus menunggu hatiku kembali utuh. Tuan yang berjanji akan membantuku mengumpulkan serpihan-serpihan hati yang tersisa hingga selesai menjadi hati yang utuh seperti semula.

Tuan yang terlalu baik bagi gadis bodoh dan gila yang tak tahu diri ini. Aku terlalu egois untuk memulai membicarakan cinta kita. Sekedar untuk memperjuangkannya, Aku selalu memilih untuk diam dan menunggu Tuan Muda itu menjemputku terlebih dulu. Aku gadis egois yang jahat. Aku tak patut mendapatkan kebaikan Tuan itu.

Awalnya semuanya berjalan baik-baik saja. Pola itu terus ku ulangi. Bodoh sekali.
Tapi seharusnya aku tahu, ada kalanya pola itu akan sampai pada klimaks dan akan menemui titik jenuhnya. Dan jika sudah menemukan titik akhirnya maka pola itu tak akan lagi berarti. Semua itu hanya akan menjadi pola yang sia-sia. Dan harusnya aku menyadari itu sebelum semuanya terjadi.

Wahai Tuan yang baik hatinya.
Kenapa seakan kini engkau menjauh dari bayanganku? Kenapa Tuan tak lagi datang menjadi mimpi baik dalam mimpi burukku. Akankah engkau juga akan ikut menjadi mimpi buruk dari segala mimpi buruk yang pernah ku punya?

Wahai Tuan yang baik hatinya.
Kemana diri yang dulu begitu aku paksa untuk menerima rasa egoisku? Kemana dia pergi? Aku tak suka jika semuanya begini. Memang aku egois, aku ingin menjadi pemenang dari permainan ini. Aku ingin Tuan mengikuti bagaimana permainan ini awalnya dimulai. Jangan membuatmu malah berhenti ditengah permainan dan berniat untuk pergi mencari permainan yang lain.

Tuan yang sangat baik hati dan jiwanya.
Katakan padaku apa yang salah dari sisi egoisku? Katakan apapun yang bisa kau katakan. Jangan hanya diam seperti ini. Aku bukan mereka yang mudah menebak isi hati orang lain dan menjadi bahagia ketika akhirnya tahu apa yang terjadi. Aku ingin semua penyesalan itu keluar dari anggota badanmu yang bernama mulut. Aku tak suka membaca gerak gerik atau bahkan menjadi peramal yang seolah-olah tahu segalanya padahal semuanya itu tak sepenuhnya akan menjadi benar. 

Tuan yang sangat baik.
Jika engkau ingin mengatakan aku tak patut untuk di cintai karena aku bodoh, gila, egois, jahat dan banyak lagi, cukup katakan padaku dengan kemauanmu. Jangan membuatku menunggu dan mengira-ngira apa yang terjadi. Aku membencinya. 

Tuan ....
Hingga detik ini aku masih ingin kita kembali seperti dulu ketika kita memulai cerita ini. Saling tersenyum bahagia dan hidup tanpa beban. Aku ingin duri-duri yang menancap pada jalan cerita kita ini segera kita bersihkan. Bukan hanya aku saja. Bukan hanya kamu saja. Kita akan membersihkannya bersama-sama. Maukah?

Tuan, tolong jawab aku. Tolong bilang iya. Jangan sebaliknya. Entah jika sampai Tuan memberikan jawaban yang sebaliknya. Aku tak pernah ingin membayangkannya. Aku hanya ingin Tuan meng"iya"kan semua ini. Menerima segalanya. Mempercayakanku atas kepercayaanmu.

Maafkan waktu yang sudah ternoda dengan banyak noda yang sia-sia ini, Wahai Tuan yang selalu ingin ku dekap punggungnya selama yang ku bisa.

Kamis, 16 Oktober 2014

Surat Bosan yang Tak Berharga

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 10.10 0 Note
Untukmu yang selalu membuatku bosan tanpa henti ...


Selamat malam wahai malam yang selalu mencekam.Gadis berkacamata yang tak bisa hidup sendirian ini sedang ingin bercerita panjang lebar denganmu. Bolehkah? Maukah mendengarkan semua kalimat yang keluar dari mulut gadis yang tak pernah beruntung ini?

Aku hanya ingin selalu mencintainya dengan caraku wahai malam. Aku hanya ingin terus menyandingkan diri yang tak cukup cantik ini dengan sosok yang selalu mata ini tatap. Dengan semua kebodohan yang selalu ku buat, aku selalu berusaha untuk tetap menyeimbangkan posisiku seperti awalnya aku berdiri. Aku bahkan tak ingin sekedar bergeser satu inci pun dari tempat semula. Karena sesuatu yang berpindah itu tetap saja sama. Semuanya akan terasa baru. Sedangkan aku tak terlalu menyukai apa yang bisa dikatakan baru itu. Aku hanya suka rutinitasku yang biasanya. Aku akan selalu menyukainya tanpa rasa bosan. Itulah kenapa aku harus tetap mempertahankan posisi ku sama seperti sebelumnya.

Wahai malam yang menjelang pagi. Andaikan hatiku tak sekokoh batu karang, andaikan saja. Mungkin saat ini aku lebih memilih menyerah dan pergi karena lelah terus berlari. Walaupunn sesungguhnya aku berlari dengannya. Dengan diri yang sudah ku pilih sendiri. Tapi aku terlalu takut menghadapi kenyataan dimana aku akan mulai bosan berlari dengannya, mulai lelah menggerakkan tubuhku untuk sekedar mengimbangi sikapnya, bahkan untuk tersenyum saja aku harus berpikir-pikir dulu. Demi apapun tak seharusnya aku takut dengan manusia. Harusnya tidak boleh seperti itu.

Sampai detik ini, detik dimana aku selalu bergelut dengan pikiran dan perasaan yang bertolak belakang. Aku lelah mendengarkan mereka senantiasa bicara kasar hanya ingin mengukuhkan argumen mereka yang tak pernah ada akhirnya. Mereka selalu ingin menjadi yang benar dan tak mau di persalahkan, Jika semuanya ingin benar, lalu siapa korban yang harus kalah?

Berlari sejauh ini tentu saja sudah sangat terlambat jika harus kembali lagi ke garis awal. Harus kembali dari nol. Dan sekali lagi aku katakan bahwa aku tak suka memulai segalanya dengan kata baru!

Dari banyaknya kekurangan, selalu ada kelebihan yang menutupinya. Dari banyaknya alasan untuk melepaskan, selalu ada satu alsan untuk mempertahankan. Kenapa? Entahlah, aku masih tak ingin terlalu memikirkannya. Aku bingung dan ... lelah.

Menangisinya setiap kesempatan. Entah karena luapa emosi yang berlebihan atau karena kebingungan dan tak ada solusi yang ku dapat.

" Maafkan aku ..."

Itu kalimat yang sederhana namun maknanya sangat banyak ! Berulang kali aku selalu mendengarkan kalimat itu dan berulang kali pula aku merasa disiram air es. Aku membeku, terdiam, membungkam diriku yang mengatakan untuk menolaknya, Entah hipnotis apa yang dilakukan oleh kalimat itu hingga aku tak pernah bisa berkutik dengan kalimat itu. Pikiranku mulai bosan mendengar kalimat itu, tetapi perasaanku malah selalu mengharapkan kalimat itu akan muncul sesering mungkin. Kenapa begini? Tubuhku sepertinya selalu tak kompak dalam hal beginian.

Aku hanya terus menghela nafas menenangkan diri walaupun aku tak yakin diriku bisa tenang hanya karena helaan nafas yang tak terlalu berarti. Tapi ... Ahh sudahlah. Pada intinya aku lelah. Aku bosan wahai malam yang selalu sepi dan menakutkan.

Banyak alasan agar aku menyerah, tapi akan selalu ada alasan untuk bertahan. Bahkan satu alasan bertahan bisa mengalahkan 1000 alasan menyerah lainnya. Kenapa?

Karena aku mencintainya. Iyaa, aku cinta padanya. Aku tak ingin dia pergi. Tapi bagaimana aku menghadapi kebosanan dan kelelahan yang entah kapan akan jatuh pada titik jenuhnya? Aku tidak tahu, aku sedang amat sangat lelah sekali. Aku lelah. Yaa, aku sedang lelah. Biarkan aku tenggelam dalam lelah ini sejenak. Semoga aku kan segera berenang ketepian untuk menjemput harapan. Menjemputmu wahai Pangeran yang selalu membuatku sebal !


Dari Gadis Berkacamata yang sedang bingung dengan kebosanannya ~

Senin, 07 Juli 2014

Tempat Terindah Sepanjang Masa. Tempat yang Indah untuk Jatuh Cinta. Jogja ...

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 09.52 0 Note

Apa hal pertama yang terbesit ketika mendengar Malioboro Street?
Apa kesan pertama yang terpikirkan ketika melihat monumen Tugu?
Apa yang mengingatkan jika membicarakan tentang Parangtritis Beach?

Jogja ... Yaa dialah pokok dari segala masalah ini.

Kota paling istimewa di Indonesia. Entah apa yang membuatnya Istimewa dari kota-kota lain. Tapi harus ku akui Jogja membosankan jika kalian sudah tau seluk beluknya. Kota yang terkepung oleh jalanan melingkar bernama Ring Road, pinggiran kotanya bahkan masih tergolong Kota tua dengan bongkahan bongkahan bangunan tuanya. Terasa klenik? Iyaa.
Kemacetan dimana-mana sehingga kita harus memutar otak mencari jalan alternatif agar tak terjebak macet. Hawanya juga cukup untuk membakar kita hidup hidup jika kita memaksa untuk nekat. Setiap tahun banyak orang yang datang dan mengaku sebagai perantau. Mereka datang dengan tujuannya masing-masing. Tapi jelas, pemikiran mereka sama. Kenapa harus Jogja? Karena Jogja Istimewa.

Aku sudah menetap di Jogja selama setahun sebagai mereka para perantau. Melanjutkan studi S1 ku di sebuah kampus di pinggiran kota. UGM? Bukan. UGM memang termasuk kampus pinggiran kota, tapi UGM belum saatnya menerimaku sebagai bagian dari keluarga besarnya. Apa mau di kata jika memang takdir dan usaha berbanding terbalik.

Sebagai mahasiswi baru yang masih dengan gayanya sok sok kece karena sudah keluar dari lingkaran berseragam, menelusuri Jogja itu adalah kewajiban yang sepadan dengan masuk kuliah setiap hari. Tak ada waktu yang terbuang sia-sia untuk sekedar berkeliling Jogja atau duduk duduk cantik di kafe-kafe yang hampir di setiap jalan pasti ada. Mulai dari kedai susu yang terkenal di dekat UGM " Kali Milk " dengan harganya yang cukup menjulang sampai kedai-kedai susu eceran yang harganya merakyat. Kafe 24 jam yang cocok untuk begadang seperti " Semesta " atau tetangganya, "  Legend " di daerah Kotabaru. Dan masih banyak tempat yang begitu populer di Jogja yang masuk daftar wajib untuk di kunjungi baik dengan kantong tebal atau tipis.
Tapi setahun penuh disini sudah cukup menyenangkan. Aku bertemu orang-orang baru dan yang paling menyenangkannya lagi aku bisa berkenalan dengan mereka-mereka yang datang dari luar jawa dengan membawa budaya mereka masing-masing. Mereka datang dari Sabang sampai Merauke tanpa terkecuali. Di sini seperti miniatur Indonesia. Mereka dengan budayanya tentu membuatku geli untuk sekedar kepo mempelajari bahasa atau bahkan berselisih paham menyebut sebuah istilah yang sama namun berbeda pengertian. Ini mengasyikkan. Aku suka. Mungkin ini pula yang membuat Jogja menjadi terasa istimewa karena Jogja itu berbeda.
Dan di sini pula aku menemukan cintaku. Terlalu dini untuk membahasnya terlalu jauh karena kami belum menginjak pada jenjang lebih serius. Tapi rasanya aku bersyukur bisa menemukannya dari milyaran manusia di Jogja ini. Dulu, dulu sekali aku pernah berkata pada teman-teman sekolahku aku akan menemukan cintaku di Jogja. Kota impianku sejak kecil. Walaupun aku sudah pernah menemukan ' orang jogja ' sebagai sosok yang ku pikir bisa mendampingiku dan ternyata aku salah memilihnya. Sempat takut memulai cerita kembali? Iya, tentu. Ada rasa ketakutan dalam diriku mengulangi kesalahan yang sama. Rasa sakit itu terlalu menyakitkan hingga sampai detik sebelum aku menemukannya, perih itu masih saja menyiksa. Tapi kemudian dia datang dengan caranya untuk mendekatiku. Membuatku merasa nyaman terlebih dahulu dengan gayanya. Lalu membuat sebuah kepercayaan yang pada akhirnya membuatku berani memutuskan untuk mencoba memulai kisah baru dengannya. Aku menerimanya apa adanya. Apa adanya yang dia punya dan kekurangannya. Dia mampu bersabar menghadapiku. Menjadi air ketika aku menjadi api. Itulah mengapa saat ini aku berusaha untuk terus bersamanya. Aku tak mau kehilangan sosok yang sempurna -bagiku- demi sosok yang entah kelak seperti apa lagi. Yang belum tentu bisa mengerti aku sejauh yang dia bisa lakukan saat ini. Dia jarang marah, bahkan tidak pernah. Aku nyaman ketika berdiri di sisinya. Nyaman sekali.

Ini alasan mengapa Jogja begitu istimewa bagiku. Akhirnya aku menemukannya. Itulah kenapa Jogja selalu membuatku rindu ketika ditinggalkan. Entah rasa apa yang bergejolak didada ini hingga ingin rasanya cepat-cepat kembali menginjak tanah Jogja.
Tempat terindah sepanjang masa. Tempat yang indah untuk Jatuh Cinta.

Jogjaa, I'm in Love !

Minggu, 06 Juli 2014

...

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 09.14 0 Note


- LALU ADIGEDE MAOLANA GAFAR -

Thanks you already found me so far :)

Terima Kasih

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 09.04 0 Note
percayakah dirimu pada keindahan cinta?
yang membuat jiwa ini merona jingga ...
percayakah dirimu ada kekuatan cinta?
yang memberi kita waktu untuk bersama lagi ...

karena cinta ... ku ada disini ...

cintai dirimu walau sebentar saja ...

terbanglah bersama diriku menuju langit biru ...

teriakkan kata cintamu sedahsyat halilintar ...
melayanglah bersama diriku melintasi samudra ...
tarikanlah tarian cintamu seindah gelombang ...

- Cinta, Acha & Irwansyah ( OST Ada Cinta )


Tuhan ...
Bolehkah hambamu yang lemah ini bertanya pada engkau tentang sesuatu hal?
Jika di tanya tentang apa, aku pun tidak mengerti dengan jelas apa yang akan aku tanyakan.
Aku hanya bisa mengatakannya,
" Tuhan, kenapa ada namanya cinta ? "
Tak pernah terbesit sejengkal pun aku ingin menanyakannya. Aku hanya hamba yang lemah sama seperti hamba-hamba Tuhan yang lain. Tidak ada yang spesial. Aku tidak punya apa-apa. Hanya saja sebutan cinta itu memancing diriku untuk berpikir dan bertanya-tanya. Cinta itu apa?
Ketika diri yang lemah ini menggigil kedinginan dan hampir membeku layaknya es batu, rengkuhan lembut mengelilingi sekujur tubuhku. Perlahan-lahan rasa dingin itu hilang di gantikan oleh rasa hangat yang nyaman. Biasanya di sebut dengan pelukan. Ya, mereka bilang seperti itu.
Aku iseng meletakkan hal yang bernama tangan dengan 5 jarinya sebelah kanan ke hal yang bernama dada di sebelah kiri. Rasa itu. Kenapa?
Duk Duk Duk ...
Kenapa ada yang sedang mengetuk dada kiriku?
Tuhan, itu kah engkau?
Tapi nyatanya bukan. Tuhan, tidak menjawab sapaanku. Tuhan, tidak pernah diam ketika ku panggil asmanya. Tuhan selalu menjawab panggilanku. Walaupun hanya aku yang bisa merasakannya ... dalam hati.
Tuhan, ini apa?
Kenapa dada kiriku diketuk makin kencang ketika dua bola hal bernama mata itu menyorot lembut pada mataku. Tatapannya yang sayu seakan dapat meredakan kegugupanku yang tak terkontrol. Menjurus lurus tiada ampun.

Lalu ketika ia mulai menarik hal bernama bibir itu ke samping kanan dan kiri sehingga membentuk senyuman -begitu mereka bilang- menarik pipinya semakin melebar dan menyisakan sebuah jurang manis di pipi kirinya. Lesung pipi.
Dia. Yaa dia. Dia memelukku lembut dengan caranya. Diriku yang meringkuk kedinginan awalnya, lambat laun mulai menerima keberadaan dia yang begitu dekat dengan tubuhku. Nyaman sekali. Sangat nyaman, Tuhan.
Satu kecupan mendarat di ubun-ubun kepalaku. Dengan lembut juga. Aku merasa nyaman juga untuk kedua kalinya. Tuhan, sebenarnya ini apa? Kenapa begini? Apakah Cinta itu seperti ini?
Cintakah yang membuat segalanya selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya?
Cintakah yang membuat setiap orang merasa nyaman?
Cintakah namanya?
Tuhan, jawab aku. 
Apa yang harus aku lakukan? Jika memang ini cinta, lalu aku harus bagaimana?
Cinta harus seperti ini kah?
Tuhan, tolong jawab pertanyaanku. Ku mohon.
Jikalau memang ini bernama cinta, terima kasih Tuhan Engkau telah memperkenalkannya padaku. Aku nyaman. Aku bahagia.

Terima kasih ... Tuhan
Terima kasih ... Cinta ...

Kalimat Terakhirmu

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 03.14 0 Note

 



Kamu berdiri diantara kehidupan. Antara kejamnya dunia dan hangatnya kebersamaan. Rembulan setia menemanimu menangis dan mendengarkan hatimu meronta. Kulihat di malam yang dingin ini kamu mencoba menahan diri dari kenyataan. Namun yang hanya dapat kamu rasakan adalah penyesalan. Kamu renungkan apa yang terjadi. Terdiam, membiarkan suara desah malam memperhatikanmu. Sendu dan terluka terlihat dari pancaran wajah indahmu. Serbuan air mata yang menunggu untuk menetes, menyatu dengan dinginnya malam ini. Selalu kuperhatikan tingkah dan kemauanmu.


Seorang lelaki tinggi dengan lembut mendekatimu dan mengajakmu masuk kedunia yang lebih nyaman dan hangat. Kamu hanya tersenyum dan berkata “ Iya, segera”

Lelaki itu membalas senyumanmu, membelai rambut panjangmu yang dulu begitu ku favoritkan lalu mengecup keningmu dengan penuh kasih sayang. Lalu lelaki itu pun masuk dan menunggumu disana. Lelaki yang memang sudah di gariskan oleh takdir untuk berdiri di sampingmu. Menemanimu menjadi pasangan hidup. Bukan aku.

Kamu kembali menatap rembulan yang dulu pernah kita yakini bersama. Jika ada rembulan disana maka aku sedang berada disampingmu. Kamu hanya tersenyum dan membuka liontin kerang yang harusnya kuberikan sendiri pada hari ini ulang tahunmu.

Angin malam berhembus kencang menerpa tubuh lemahmu. Aku ingin memeluk dan menghangatkanmu. Namun, disini aku hanya dapat menyesali diri. Kamu mulai bercerita tentang kita kepada dunia malam. Tentang kebersamaan dan keceriaan kita dulu. Kadang kamu tertawa, kadang kamu menangis dan kadang kamu kecewa.

Namun disini aku sangat bersyukur. Kamu diberi kesempatan lebih,walaupun kita harus terpisah oleh waktu. Kejadian lalu yang membuat kamu dan aku tak dapat bersatu kembali. Kejadian dimana malaikat menjemputku pulang. Kita sama-sama tahu bahwa apa yang kita lakukan tak seharusnya terjadi. Kini, aku hanya dapat melihatmu dari jauh hati. Di malam Ulang Tahunmu yang paling kau dambakan ini aku telah menepati janjiku padamu. Walaupun hanya jiwaku saja yang menemanimu. Aku akan selalu bersamamu walaupun ragaku telah mati. Aku juga percaya, malam ini disaat rembulan dan dunia malam hidup kau akan selalu kulihat bahagia. Aku ingin katakan,   

Selamat Ulang Tahun..........

Aku tahu kalimat itu yang harusnya kuucapkan padamu malam ini.Walaupun hanya sebuah bisikan sayang, tapi aku tahu kamu mendengarnya..........

Kamu tersenyum dan air mata jatuh menetes dipipi merahmu. Kemudian kau ucapakan perlahan. Dan aku tahu itu kamu ucapkan untukku,                                             

Terima Kasih................Wanitaku...


Kamis, 03 Juli 2014

Indah Cintaku :)

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 17.19 0 Note

ku ingin kau tahu, ku ingin kau selalu dekat denganmu setiap hariku ...
sudahkah kau yakin untuk mencintaiku? ku ingin hanya satu tuk selamanya


ku tak melihat dari sisi sempunamu, tak peduli kelemahanmu
yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

cintaku tak pernah memandang siapa kamu, tak pernah menginginkan kamu lebih dari apa adanya dirimu ... selalu
cintaku terasa sempurna karena hatimu, selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku ...


sudahkah kau yakin untuk mencintaiku? ku ingin hanya satu tuk selamanya
ku tak melihat dari sisi sempurnamu, tak peduli kelemahanmu
yang ada aku jatuh cinta karena hatimu

cintaku tak pernah memandang siapa kamu, tak pernah menginginkan kamu lebih dari apa adanya dirimu selalu
cintaku terasa sempurna karena hatimu, selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku, cintaku ...


cintaku tak pernah memandang siapa kamu, tak pernah menginginkan kamu lebih dari apa adanya dirimu selalu
cintaku terasa sempurna karena hatimu, selalu menerima kekuranganku
sungguh indah cintaku, sungguh indah cintaku ...
 indah cintaku :)


Sabtu, 08 Maret 2014

Andaikan Aku adalah Mereka ....

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 22.23 1 Note

Ketika serbuan air turun dari langit membasahi jendelaku yang kesepian, aku hanya berdiri termenung menatapnya tak bisa membayangkan apapun. Kemudian kakiku memaksa untuk mendekat hingga akhirnya aku kini sudah duduk di samping jendela menenaminya yang kedinginan. Tak ada yang istimewa dari proses air itu turun lalu membasahi jendelaku dan tertinggal beberapa titik di sana. Ia tak bergerak karena ia hanya bisa menunggu matahari muncul kan membuatnya menguap ke udara.
Di luar sana basah, dingin dan sepi ....
Sama seperti apa yang sedang ku rasakan jauh-jauh menjatuhkan diri ke dalam benakku sendiri. Yang bisa ku lakukan hanya diam disini ketika hujan turun membasahi ibu pertiwi. Tak bisa kemana-mana selain berkutit dalam bangunan bertudung untuk melindungiku dari basah. Seperti hal nya apa yang sedang ku rasakan sejujurnya bahwa hidupku sudah terlalu sempit untuk di tinggali lebih lama. Aku sudah waktunya mencari yang lebih luas agar hidupku yang baru lebih menyenangkan untuk di jalani.
Apa yang kau lihat selain kesedihan?
Aku tidak sedih, aku hanya bingung.
Mengapa hidupku tak bisa sesederhana mereka, dan mengapa takdirku tak seberuntung mereka?
Hujan tak pernah menolak dimana ia akan di turunkan. Matahari tak pernah protes jika suatu ketika awan menutupi sinarnya ke bumi. Atau mungkin bintang yang tak berkeberatan jika ternyata malam itu mendung mengepul dan bersiap hujan yang itu berarti bintang di malam hari tak bisa melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Tapi apa? Mereka tak pernah marah. Lalu kenapa aku tak bisa seperti mereka?
Yaa ... karena aku memang bukan mereka. Aku manusia. Manusia yang tak pernah puas dengan apa yang sudah ada. Aku serakah. Aku egois. Tak pernah bisa bersyukur.

Minggu, 19 Januari 2014

Aku dan sebuah Cerita

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 10.19 0 Note

Hari ini tanggal 20 Januari 2014. Hari yang cukup menyenangkan. Iya. Entahlah harus bercerita darimana untuk mengungkapkan apa di balik tanggal 20 Januari ini. Hanya saja tepat setahun yang lalu untuk pertama kalinya air mata gadis yang tak pernah jatuh cinta terus berjatuhan karena sebuah kata yang memuakkan, Cinta.
Memangnya apa yang seorang gadis yang lugu dan mudah di bodohi ini ketahui tentang cinta? Dia masih awam dengan apa itu yang di sebut dengan cinta. Dia terlalu sering mengabaikan perasaannya. Mengacuhkan sakit yang di rasakannya untuk tersenyum kepada dunia seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Tapi apakah ia berhasil memakai topengnya itu? Tentu saja jawabannya tidak.
Suatu ketika di hari lain masih di Januari ini dimana titik terendah kejenuhannya memuncak, akhirnya ia menunjukkan secara gamblang pada dunia air mata kesakitan yang sudah lama di pendamnya. Terdengar pilu tangisnya, jelas sekali ia sudah terlalu lelah untuk menjadi kuat. Rintihan tangisnya sudah menjawab semua kegelisahannya.
Untuk waktu yang tak di ketahui lamanya, gadis itu berubah menjadi sosok yang berbeda. Tak ada lagi senyum yang mengembang lebar menghiasi wajahnya setiap pagi. Wajahnya berubah suram dan ia lebih sering menatap kedua kakinya yang melangkah ketimbang melihat bagaimana sekitarnya.
Namun Tuhan masih berbaik hati pada gadis itu dengan menyadarkannya bahwa bukan karena semua ini maka dunianya sudah usai. Justru ini adalah sebuah awal untuk melangkah ke dunia yang baru. Tuhan begitu baik. Tuhan merangkul gadis itu untuk menenangkannya. Walaupun "sembuh" dalam waktu yang tak sebentar, namun kini gadis itu bisa tersenyum lagi.
Bahkan di hari ini dia sedang bahagia. Karena kisah yang sedang di jalaninya sedang dalam tahap gembira. Senyum gadis itu mereka tiada letih, setiap harinya tak bosan ia menyambut pagi dengan rasa tak sabar.
Gadis itu sedang jatuh cinta ...
Bukan lagi dengan orang yang sama. Kisahnya sudah berbeda. Walaupun apa yang di rasakan gadis itu sebenarnya salah. Yaa, ia tau ini semua kesalahan. Tak seharusnya ia jatuh cinta padanya. Padanya yang tak mungkin menjadikan gadis itu nomor satu di hatinya. Akankah kisah Januari setahun yang lalu itu akan terulang lagi?
Gadis itu memilih untuk mematikan rasanya jika sampai kisah salah itu terulang. Lebih baik perasaannya mati daripada harus menahan sakit lagi dan lagi.
Gadis itu mencintainya. Ya, dia begitu mencintai sosok baru dalam kisahnya. Gadis itu ingin memilikinya, walaupun sesungguhnya semua hanya khayalan belaka ....


Gadis itu sudah menyembuhkan lukanya. Luka yang menggores sangat dalam di hatinya. Bahkan sampai detik ini, rasa sakit itu masih saja terasa walaupun hanya beberapa persen kecil. Apalah artinya masa lalu? Ia hanya hal yang sudah lewat untuk bisa kita pelajari. Kenapa memikirkan sesuatu yang sudah lewat jika di depan sana sedang ada yang menunggu seraya mengulurkan tangan untuk menjemputmu.
Cinta itu menyakitkan. Itu;ah kesan pertama yang gadis itu simpulkan. Lalu gadis itu menambahkan bahwa cinta yang menyakitkan akan berujung pada kebahagiaan ....

Kamis, 16 Januari 2014

My MoodBooster :*

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 01.48 0 Note

Belakangan ini Mood lagi ga baik. Mungkin karena pusing mikirin UAS yang ruwet banget, jadi mood jadi naik turun. Naaah, kalo udah gini, pasti butuh Moodbooster yaitu Coklat! Aku bilang sama " dia " aku pengen coklat. Tapi cuma sekedar ngomong aja sih, gaa bermaksud biar dia beliin beneran. Ehh, kemarin dia tiba-tiba kasih coklat ini ke aku. Yaaa, agak speechless gimana gitu, bingung harus ngapain aku bilang makasih. Mau teriak-teriak juga malu, karena lagi di depan umum. Yaudah deeh, senengnya cuma bisa meledak di hati. skali lagi makasih yaaaaaaaaaaa :*

Malam Minggu, 11 januari di Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 01.39 0 Note
Judulnya kece banget yaaaa! Udah malam minggu pas tanggal 11 Januari di Benteng Vredeburg pula. Ada apa?
Ga sih, cuma pas bertepatan dengan itu kebetulan sih lagi jalan sama temen-temen kelas. ga semuanya sih, cuma ber- 6 aja. Ada aku, Yana, Mas Arif, Gede, Heru dan Ade. Niat awalnya tuh cuma nganterin mereka belanja untuk mereka pulang kampung pas liburan semester 1. Niatnya sih gitu tapi apa daya ketika niat itu menjadi berlanjut ketika Mas Arif bawa kamera dan akhirnya kami narsis-narsis ria, hahahaha ^^
Kita awalnya ndak berangkat bareng. Aku sama Yana berangkat belakangan karena kehujanan di kampus. Sementara F4 itu udah ngeluyur duluan. Ya udah sih, biar bapak-bapak pada belanja dulu, wkwk


 - Pintu masuk Benteng yang jadi korban narsis kita, hahaha -



- Udah Naik ke atas, lumayan tingginya! takuuuuuuut -



- Masih bergaya tapi ala-ala foto Indonesia Idol yang lagi 5 besar, haha -
 


- Yang ini beneran ndak kuat banget gayanya, beuuuuh -_____- -


- Nih kan, sama Yana lagi. Ala-ala ga sengaja gitu padahal ..... -

 

- Ini di dalam museumnya, nggaya banget kita nih ! -


- Masih sama Yana lagi, kita emang kece sih ^^ -

Sebenarnya masih banyak fotonya. Tapi masih di flashdisk Yana, belum ngopy. Yaudah deh adanya cuma segini aja. Ntar kapan-kapan kalo inget baru share lagi! Dadaaaaaaaah :) 

Aku pun Dewasa !

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 01.17 0 Note
Ini sudah Tahun 2014 dan umurku sudah 19 tahun lebih 2 bulan ! Oh, tidak ini sungguh tak dapat di percaya. Tahun ini aku akan menginjak umurku yang kepala 2. Tunggu sebentar saja, bisakah aku di berikan banyak waktu lagi untuk menikmati umur angka 1 ku :'(
Ya sudahlah, umur hanyalah angka. Apalah artinya angka, itu hanya ukuran yang di buat oleh manusia.
Eheeem, btw ngomongin umur kan yaaa. Ini Velanya udah mahasiswa! Bukan anak ABG labil lagi apalagi cabe-cabean -_____- 
Nih nih nih, aku mau pamer Vela yang udah dewasa nih ^^





Sudah, sudah, bisa 1 album kalo mau pamer foto. Ada perubahan? Yaah, entahlah aku juga ga terlalu paham dimana perubahan siginifikannya. Aku masih gendut kok :I
Velanya mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Gimana sama UGMnya? Velanya di tolak mentak-mentah. Sudahlah, aku sudah lelah -_-
Ohh yaa, pas masuk UMY itu ospek namanya itu 'MATAF" alis masa ta'aruf. ya mungkin karena kampus yang berbasis islamin, jadi ngomongnya beda yaaa, hahahaha
Vela ngejalanin 2 mataf, yang pertama Mataf Fakultas " FISIPOL" dan Mataf Jurusan " Hubungan Internasional". Ini aku kenalin temen-temen ku di Kampus, check it !

  - Ini Temen-Temen Delegasi pas Mataf Jurusan HI, Delegasi TnT paling kece badaaai dan Mates Kami Kak Bima "Karatan" dan Kak Icha "Pelangi", hahaha ^^ -

- Ini cewek-cewek kece Delegasi Trinidad & Tobago -

 - Ini foto sebelum berangkat makrab ke kaliurang sama Bebebs Putri Johantin :* -

 - Ini pas Hang out bareng Amanda ( Temen 1 Delegasi - Mataf Jurusan ) dan Hida ( Temen 1 Khalifah - Mataf Fakultas ) -

- Kalo ini mah temen seperjuangan seperantauan se SMA dan se Blitar, ada Adin anak Manajemen dan Okky anak HI juga ^^ -

 - Kalo yang ini temen-temen satu kelas, kelas E. Ada Aam Monyong, 3Y Yana Yuli Yani bestfriend di frame kameraku, 15 alias Fiftin dan PL si Putri Lakuana. Kita masing-masing dari daerah yang berbeda-beda loooooh -

 - Ini sebagian member anak-anak kelas E HI :D -

Nah, tadi kan sempet aku bilang salah satu temanku namanya Yana Yuli Yani adalah bestfriend di frame kamera sama aku nih. Kenapa? Karena setiap foto aku sama dia itu buanyaaaak. Sekali foto kita bisa 100-200 jepretan. Gila? Iyaaa, emang kita gilaaa, hahahaha ^^ ga percaya? Next Pos Vela akan bahas itu, hahahaha wait ajaaa :D

Ketika Hujan Bercerita, Ketika Hujan Aku Jatuh Cinta

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 00.38 0 Note

Rasanya begitu tidak adil jika aku mendadak marah atau kesal kepadanya.
Ya dia. Dia yang sekarang berada di sisiku namun semuanya hanya sebatas itu saja.
Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang.
Perbedaannya hanya berada pada statusnya dan statusku. Aku seorang diri sementara dia sudah ... 
Terlalu jahat untuk mengatakan bahwa aku menginginkannya sementara dia sudah ada yang di ingini ...
Jika aku datang di dalam kehidupannya, maka betapa aku menjadi orang yang paling hina di dunia ini.
Aku mencintainya. Aku menyayanginya. Tuhan, Maafkan aku atas keegoisan ini. Maaf.
Dalam tangis ini, ku katakan bagaimana perasaanku padanya ....

Someone from my EAST

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 00.18 0 Note


Hari ini tepat setahun semenjak aku merasakan rasanya jantung berdebar dan memiliki sosok yang berdiri di sampingku ... untuk pertama kalinya. Itu setahun yang lalu, yaa masa lalu. Hal yang bergulir begitu saja namun terlalu membekas di hati.
Pertama kali merasakannya dan merasakan sakit yang luar biasa itu rasanya seperti ingin di cabut malaikat pencabut nyawa saja. Dunia ini seolah-olah menghujam setiap langkah dan tatapan setiap orang seakan-akan menertawaiku.
Sejak saat itu, aku tak pernah untuk lagi terpikir untuk mencoba membuka hati dan menjalani kisah yang bernama cinta itu. Entahlah, aku hanya merasa muak. Aku merasa diriku belum sanggup untuk melewati kisah yang mungkin (akan) memilukan lagi.
Hidupku berjalan biasa saja, tak ada rencana berkomitmen dengan siapa-siapa hingga suatu ketika datanglah sebuah badai. Tapi badai itu bukan untuk merusak, tapi menenangkan.
Dia ... yaa, dia.
Dia yang tiba-tiba hadir dalam kesepian ruangku.
Dia yang memberanikan diri mengetuk pintuku yang sudah sekian lama terkunci.
Dia yang menyunggingkan senyumnya ketika akhirnya ku buka pintuku dengan sedikit tatapan sinis.
Dia ....
Aku tidak tahu berapa banyak aku sudah mengabaikannya tetapi dia masih saja memperhatikanku tanpa lelah. Dia masih saja menyunggingkan senyumnya ketika bahkan aku tak pernah sekalipun membalasnya. Dia terus melakukan apa yang di lakukan orang bodoh - bagiku - walaupun aku tak pernah sekalipun menganggapnya ada.
Entahlah shudah berapa waktu berlalu saat dia selalu mengikutiku bak anak ayam mengikuti induknya. Anehnya aku juga tak merasakan risih akan kehadirannya yang terus membuntutiku bagaikan penguntit kelas kakap.
Dia selalu memelukku ketika aku mulai menangis.
Dia selalu menyediakan lengannya ketika aku lelah.
Dia selalu menyunggingkan senyumnya untuk mencerahkan hariku yang kelam.
Entahlah. Entah sejak kapan sosoknya menjadi begitu istimewa bagiku. Kehadirannya tak lagi menjadi parasit di hidupku. Yang ku tau dia adalah sosok yang membuatku bangkit dari dunia kelam dan membuatku berani untuk mengatakan "iya" pada cinta. Dia mengenalkanku bahwa tak semua cinta itu menyakitkan. Cinta itu menyenangkan. Cinta itu indah. Itu yang sedang dia berikan padaku saat ini.
Dia sosok yang datang dari Timur itu, menghangatkan hatiku seperti di kala matahari akan tenggelam. Namun ia tak pernah membiarkanku sendiri dalam kegelapan, karena rengkuhan tangannya tak pernah lepas dari genggamanku.
Namun, alangkah akan jauh bahagianya jika aku bisa memilikinya .... seutuh hatinya ...

Rabu, 13 Februari 2013

AKU BENCI HUJAN !

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 05.15 0 Note
Rabu, 13 Februari 2013 ( H-1 sebelum Valentine's Day )

aku ingin bercerita tentang satu hal yang paling menyebalkan dan membuat hidupku sejenak menjadi berantakan. hal yang paling tak ingin ku ulangi lagi di kehidupanku ke depan nanti. sama sekali tak akan pernah ingin!
aku tak pernah menyangka jika satu hari aku berani untuk mengambil keputusan menjalin komitmen dengan seseorang. aku tak pernah berpikir sejauh itu. sebelum aku kemudian bertemu dengannya. sosok yang mulai sekarang adalah sosok yang tak ingin ku kenal dalam sejarah hidupku.
berawal dari pertemuan yang tak sengaja karena sebuah project sekolah yang mengharuskan kami bersama-sama dalam waktu yang lama. project itu adalah yearbook. ya, aku memang panitia inti di dalamnya. dan panitia inti tentu terjun langsung ke dalam project itu termasuk aku.
pertama kali bertemu dengannya, sama sekali tak ada hal yang berbeda. semuanya berjalan baik-baik saja tanpa ada keanehan yang pasti. tak ada rasa yang berbeda selain partner kerja dan sebagai kakak, karena dia lebih tua 2 tahun dariku.
ku ingat benar pertama kali kami berkenalan. ia menjabat tanganku dan kami saling melempar nama. " Vela ..."
pertemuan awal yang baik dan kerja sama yang baik pula. senang bisa mengenal orang baru apalagi mereka berasal dari JOGJAKARTA. kota impian yang paling ku rindukan.
sampai suatu detik kemudian di sebuah kejadian mengharuskan aku untuk bertukar nomor telepon dengannya. alih-alih saat melihat facebookku yang memasang profil sebagai mahasiswa UGM JOGJA, ia memberitahuku bahwa ia punya seorang adik di sana dan mungkin saja memberikan informasi tentang UGM untukku.
tanpa curiga atau apa, ku berikan nomor teleponku di sore yang hujan gerimis itu. tentu saja aku sangat senang jika mendapat informasi tentang UGM dari orang yang tepat. hanya itu yang ada di pikiranku saat itu.
malam kemudian tiba. ponselku perlahan berdering dan sebuah nama baru muncul sebagai pengirim pesannya. " Eheem ..."
itu kata pertama sms yang ia kirimkan padaku. aku membacanya dengan bingung. ini orang kenapa ya?
sejak awal sms itu, beberapa hari kemudian aku berhubungan dengannya. saling berkirim sms dan candaan akrab sekedarnya.
kemudian project sekolah kami pun berakhir dan ia harus kembali ke tempat asalnya nan jauh di sana. jujur, aku menitikkan air mata mengantarkannya pergi. walaupun hanya beberapa waktu bersama dan saling mengenal, namun ia sudah ku anggap kakak sendiri. teman yang asyik di ajak curhat dan asyik untuk diajak ngobrol.
namun dengan sekembalinya ia, hubunganku dan ia tak begitu saja berakhir. kami masih saling berkomunikasi lewat SMS. semakin lama semakin rutin hingga suatu ketika, ia mengatakan suatu kalimat yang sama sekali tak pernah ku pikirkan.
ia mengutarakan isi hatinya padaku yang ternyata sejak pertama kali bertemu di pendamnya. aku senang mendengar apa yang ia katakan. untuk pertama kalinya, di saat itulah hatiku berbunga-bunga. rasanya seperti melayang di udara. aku sangat-sangat senang!
entah apa yang ku pikirkan saat itu, aku pun mengiyakan juga bahwa aku memiliki perasaan yang sama. sebenarnya ada rasa keraguan yang awalnya mencegahku, namun kemudian semua itu tiba-tiba terjadi begitu saja. 12 Desember 2012. 12-12-12 jam 12 malam, hari spesial itu terukir sudah.
hari-hari berikutnya ku lewati dengan ada sosoknya yang selalu di sisiku. walaupun istilahnya harus LDR, namun bagiku ia selalu dekat. rasa rindu tak ayal selalu menghantuiku dan menghantuinya. tak jarang kami saling bertelepon untuk sekedar melepas rindu karena jarak yang jauh antara kami. terkadang aku ingin menangis, ketika rasa rindu yang ku rasakan teramat dalam.
hingga kemudian liburan sekolah pun tiba dan libur untuk merayakan tahun baru 2013. keluargaku memutuskan untuk merayakan bersama di Jogja. tentu aku sangat senang pula bisa bertemu dengan semua keluargaku, berkumpul menghabiskan waktu bersama. senang juga bisa bertemu dengan dia yang selama ini ku rindukan. setidaknya walaupun hanya sekali, aku bisa bertatap muka dengannya dan merasakan keberadaannya di sisiku.
benar saja, kami membuat sebuah rencana pertemuan. ia janji akan datang ke rumahku di Jogja dan kemudian meminta izin kepada kedua orang tuaku untuk mengajakku keluar.
jujur saat pertama kali aku mengatakan kepada mama tentang dia, aku gugup. aku takut mama akan marah. namun ternyata mama baik-baik saja mendengarnya. mama percaya padaku. hanya saja, lebih baik tak menceritakan apa-apa kepada papa jika tak ingin ada masalah. aku pun juga tak berniat bercerita kepada papa, karena aku belum yakin untuk mengenalkannya secara gamblang kepada semua keluargaku.
hari itu datang. dia benar-benar datang ke rumah. kenapa jadi aku yang gugup? walaupun sebelum-sebelumnya ia sempat membuatku bad mood karena ia plinplan antara jadi datang ke rumah atau tidak. namun akhirnya ia datang juga ke rumah walaupun hari sudah sore.
mama dan kakak laki-lakiku yang menemuinya di ruang tamu. mereka berbicara sebentar, sementara aku hanya duduk diam tak jauh darinya sambil menahan tawa karena ia di introgasi mama dan kakak laki-lakiku.
lalu proses itu berakhir ketika mamaku berkata, " mau keluar ya? ya udah ga' apa-apa. hati-hati ya, jangan pulang malam-malam."
ting tong! akhirnya mama membolehkanku keluar dengannya. ya, tentu saja kami keluar berdua berkeliling jogja walaupun cuaca saat itu gerimis. kami berhenti pada sebuah plaza dan makan berdua di sana menghabiskan banyak waktu. aku menikmati waktu-waktu indah bersamanya yang relatif singkat.
ku manfaatkan waktu sebaik mungkin dengannya sebelum akhirnya semuanya berakhir setelah ia mengantarkan aku pulang. hari yang indah walaupun ternyata hal itu menjadi momen terakhir saat-saat aku bersamanya.
hari-hari berlalu semakin cepat dan mendadak ia menghilang. tak ada sms atau telepon. aku khawatir terjadi apa-apa dengannya. ingin aku sms dia duluan, tapi aku tak berani. selama ini memang dia yang selalu sms duluan. aku hanya takut sms di waktu yang tidak tepat. karena aku tau ia begitu sibuk. selain itu, aku tak mau mengganggu kerjanya.
sebenarnya hubungannya denganku harus di rahasiakan. ada peraturan di kantornya bahwa ia tak boleh menjalin hubungan dengan kliennya selama kerja sama kerja, jadi, aku dan dia pun harus ekstra hati-hati dalam menyembunyikan hubungan ini. di pihak panitia dan teman-temanku, tak ada yang tau hubunganku dengannya. termasuk di pihaknya juga, tak ada orang yang tau. istilahnya kami melakukan backstreet.
inget kami pernah berjanji akan bertahan sampai project yearbook selesai. hanya bertahan beberapa saat saja bersama. itu janji yang indah bagiku saat itu.
proses ia menghilang semakin parah hingga berganti bulan. aku benar-benar tak tahan dan memberanikan diri untuk bertanya padanya apakah mungkin ada sesuatu yang salah. namun ia mengatakan semuanya tak ada yang salah. semuanya baik-baik saja, hanya ia sedang jenuh dengan rutinitas kuliah dan kerjaannya. lega rasanya mendengar ia baik-baik saja. setidaknya hatiku tenang.
tetapi setelah itu, keadaan tak juga membaik. ia melanjutkan project selanjutnya ke SMA yang lain da hari-harinya sangat sibuk. pernah sekali aku mengirimkan sms padanya, dan jawabannya begitu sinis. ia sedang letih, aku tau. ia sedang sensitif, aku mengerti.
aku tak marah dengan apa yang ia katakan itu. aku maklum dan lebih memilih diam saja menunggu kemarahannya reda.
tinggal beberapa hari lagi adalah ulang tahunnya. aku berpikir keras ingin memberikan kado terindah untuknnya. tak mungkin aku mengirim sebuah benda, itu tak memungkinkan. akhirnya ku putuskan mengirimkan fotoku dengan tulisan selamat ulang tahun kepadanya dan voice note berisi ungkapan hati dan ucapan selamat ulang tahun untuknya. di balik semua itu banyak pengorbanan yang ku lakukan. dan ku rasa tak perlu ku jelaskan karena hal itu terlalu menyakitkan.
tepat di hari ulang tahunnya, semua hadiah surprise itu sudah ku kirimkan kepadanya. ia terlihat senang menerimanya. aku pun juga senang mendengarnya senang menerima hadiah sederhanaku itu. namun kemudian masalah muncul ketika salah seorang teman perempuanku bercerita heboh tentang gosipku dan dia di jejaring sosial. aku kaget bukan main ketika semua teman-temannya tau bahwa aku dan dia ada sebuah hubungan. tentu saja aku gugup, takut akan terjadi hal yang buruk. aku meminta teman perempuanku itu untuk terus mengawasi apa yang terjadi karena ia punya sarana untuk tau daripada aku.
beberapa waktu aku semakin dekat dengan teman perempuanku itu. bahkan kami sudah lumayan dekat. selain karena ingin sama-sama melanjutkan studi ke Jogja, masalah aku dan dia yang spesial di hatiku itu membuat kami mau tak mau saling kontak. sampai akhirnya aku pun ikut mengejeknya, karena setiap ia bicara tentang sosok lelaki yang ku cintai itu, ia  tampak gembira. bahkan aku sering bertanya iseng, " kalian pacaran, ya?"
walaupun sebenarnya aku tau, aku dan dia masih dalam komitmen. seberapa perihnya berakting seperti itu di depan orang lain? sama sekali tak mudah.
terus dan terus beberapa hari ke depan, teman perempuanku dan dia saling berhubungan lewat jejaring sosial lebih sering dari yang aku bayangkan. berawal dari teman perempuanku yang mengompori hubunganku dan dia yang kemudian berubah menjadi hal yang mencurigakan bagiku. kedekatan mereka terlalu aneh dan aku tak nyaman.
suatu ketika dia mengirimkan sms padaku. aku tau hubungan kami sudah tak bisa lagi di pertahankan seperti dulu. aku tau apa yang akan dia ingin katakan. putus.
aku menerimanya dengan sabar walaupun harus menitikkan air mata dan hatiku yang terasa sakit. namun ini untuk kebaikan kami bersama. ia bilang, hubungan kami sudah di ketahui pihak kantornya dan ia sempat di panggil oleh manajer kantornya karena masalah ini. ku pikir-pikir ada baiknya perpisahan ini, setidaknya tak akan membuat masalah yang lebih besar. akhirnya kami pun resmi berpisah dan hanya sekedar menjadi kakak adik.
aku cukup puas dengan keputusan itu, setidaknya kami tak lost contact. kami masih saling berhubungan walau tak sering.
tapi kemudian kenyataan paling menyakitkan ku terima, ketika ku tau ada hal yang aneh terjadi antara dia dan teman perempuanku sebelumnya. ternyata komunikasi mereka tak berakhir begitu saja. semuanya masih berlanjut tanpa ku ketahui. bahkan mereka sempat saling bertukar DP BBM mereka dan saling melempar PM manis. Oh God, kenapa semua menjadi seperti ini?
aku iseng bertanya padanya tentang kebenaran hal itu. namun dia menjawab itu hanya bercanda belaka. tak ada yang serius. ok, aku percaya padanya dan masalah selesai.
tapi ternyata hal itu semakin buruk dan buruk sampai akhirnya aku yakin mereka benar ada apa-apa lebih dari sekedar teman. aku bertanya pula pada teman perempuanku apa hubungannya dengan dia. namun teman perempuanku hanya menjawab santai bahwa mereka tak ada apa-apa. sebenarnya ada apa ini?
aku terus berusaha berpikir semuanya baik-baik saja. tapi semuanya ternyata sia-sia. sudah banyak bukti yang menjelaskan di antara mereka ada hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. bahkan di twitter mereka sudah saling melempar kalimat sayang. di depan mataku mereka melakukan hal itu tanpa rasa bersalah. aku bahkan tak sempat tau apa twitternya selama kami menjalani komiten, namun kenapa teman perempuanku yang bukan apa-apanya malah sudah saling berinteraksi?
memang benar, antara aku dan dia tak ada lagi komitmen selain kakak dan adik. tapi setidaknya dia harusnya punya perasaan! bagaimana rasanya perpisahan? apa begitu mudahnya move on dan berpaling kepada yang lain?
apa dia tak tau bagaimana perasaanku saat itu? sakit di dadaku selalu terasa perih dan membuatku menangis tanpa tau kapan berhenti. apa dia akan peduli dengan itu? percuma aku arah-marah, karena ia tak akan pernah peduli! ia sudah buta dengan cinta!
aku sempat marah dan tak berkontak dengan teman perempuanku itu. tau kan bagaimana rasanya di khianati teman sendiri? bahkan dia sudah dekat dan akrab denganku. apa dia tak tau sakitnya seperti apa? dia tetap merasa tak bersalah dan santai saja melihatku yang marah. perempuan macam apa kau ini? tak punya perasaan sama sekali! :(
inikah yang namanya teman? menusuk dari belakang tanpa rasa bersalah dan berdosa?
perihnya luka di dadaku semakin lebar, dan aku terus menangis setiap malam.
semenjak tau hubungan mereka makin dekat, aku menghapus semua kenangan bersamanya. foto, gambar dans semunya yang berhubungan dengannya. bahkan aku membatalkan pertemanan dengan lelaki itu dan teman perempuanku. aku meng-unfollow teman perempuanku juga. tak peduli lagi! terserah!
semua teman-teman panitia satu persatu tau masalahku. mereka jadi benci akan dia yang ternyata baj**gan. lelaki yang tak tanggung jawab dan berpindah hati seenaknya. mereka terus mensuportku untuk terus tetap kuat. untuk melupakan lelaki yang tak tau diri itu!
sulit awalnya, karena kepercayaanku sudah terlanjur dalam padanya. namun ternyata semuanya harus ku terima bahwa ia memanfaatkan kepercayaanku dan memberikan banyak kebohongan yang menyakitkan! Aku benci dia! Aku benci hujan yang selalu mengidentikkan dia dala hidupku! :(
sampai kemudian, ada momen dimana dia kembali bertemu denganku di sini karena urusan pekerjaan. bertemu dengannya, ya aku bertemu. tapi aku tak sedikitpun melakukan kontak mata dengannya. aku tak menganggap ia ada dalam pandanganku. ia benar-benar ku anggap orang asing. terserah orang katakan aku kejam, tapi inilah caraku untuk menyembuhkan diri dari keterpurukan yang menyakitkan ini. ketika semua panitia mengajaknya bicara, aku memilih diam dan menjauh. aku muak berada di dekatnya, melihat wajahnya saja membuatku marah. untung saja aku masih bisa menahan semuanya.
di sudut kecil hatiku, sebenarnya aku masih mengharapkannya. mengharapkannya kembali padaku, meminta maaf dan semuanya kembali baik-baik saja. namun kejadian setelah itu membuatku menghapus harapan itu. di sela-sela kerjanya, ternyata dia dan teman perempuanku merencanakan pertemuan alias kencan berdua. masih beraninya mereka melakukan itu di depanku? apa rasa malu mereka sudah mati?
sakit itu menggerogoti hatiku sedikit demi sedikit, namun aku terus berusaha menahan. biarkan saja apa yang mereka lakukan, lebih baik urusi dirimu sendiri. jangan buang-buang waktu memikirkan keegoisan mereka!
sampai detik terakhir aku dan dia tak melakukan percakapan apapun. kami saling diam. aku memang tak berniat bicara dengannya. karena aku sudah tak mengenal siapa dia!
hingga kemudian ternyata ia tengah mentraktir beberapa panitia makan. aku tak sengaja datang juga. itu pertama kalinya ia bicara padaku, " ambil aja, vel. tak traktir."
traktir? dalam rangka apa? jadianmu dengan perempuan itu? sama sekali aku tak sudi menerimanya. aku pura-pura saja tak dengar apa yang ia katakan dan tertawa dengan panitia yang lain.
malam harinya, sebuah sms masuk. tertera nomor saja. sebenarnya aku tau dia yang mengirim sms. tapi aku pura-pura tak tau saja. karena aku tak mengenalnya lagi! dia berpamitan pulang padaku dan meminta maaf. dengan santainya ku tanya balik siapa pemilik nomor itu. dia menjawab nama panjangnya, aku pun kemudian menjawab singkat, " ow, ya." selesai.
itu sms terakhirnya untukku. maaf apa? sudah terlambat semuanya. kenapa ga dari kemarin-kemarin? tadi juga saat face to face bertemu kenapa tak mengucapkan maaf? kenapa beraninya hanya lewat sms? lelaki macam apa dia? pecundang!
esoknya kemudian aku mendengar berita mencengangkan lagi. selama aku mengenalnya, yang ku tau dia adalah seorang muslim juga. ia selalu bilang untuk shalat dan semua orang muslim lakukan. namun ternyata kenyataan muncul dari mulutnya sendiri bahwa ia adalah seorang ansrani. what????? lelucon macam apa ini? lalu bagaimana dengan shalat-shalat yang ia katakan padaku dulu? maksudnya apa? jika dia memang seorang nasrani, kenapaaaaa .....?
hidupnya semua adalah kebohongan! apalagi kebohongan yang akan terungkap selanjutnya? apalagi? mau bilang bahwa dia malaikat? atau dia bilang sedang sakit parah dan kronis akan mati? apalagi selanjutnya? dasar pembohong! pembual!
aku benar-benar yakin tak ingin mengenalnya lagi. semuanya kembali ke O:O dimana aku dan dia tak saling kenal. aku sudah bertekad dari awal. jika ingin kembali seperti dulu, lewatilah proses perkenalan kembali. namun bedanya, aku tak akan mungkin seperti dulu menghadapinya. aku sudah cukup letih di bohongi. sudah saatnya untuk sadar.
aku terima dosa yang akan ku terima karena memutuskan silaturahmi sesama manusia. aku hanya ingin move on dan hidup bahagia tanpa ada bayang-bayangnya lagi. aku juga berterima kasih pada ALLAH SWT karena telah mengambil seorang pengkhianat dalam hidupku.
ALLAH memberitahuku bahwa dia bukanlah imam yang tepat. dan ternyata itu benar, dia memang bukan imamku. bukan imam yang tepat untukku berjalan di jalan ALLAH SWT. terima kasih ya ALLAH, engkau telah bukakan mata dan hatiku tentang semuanya. engkau telah jauhkan dia dariku. aku tau semua ini ada banyak hikmahnya. dan aku sadari aku bisa banyak memetik pelajaran dari semua pengalaman ini.
bantulah aku untuk melupakan kenangan buruk ini ya ALLAH. aku tau engkau maha segala-galanya. hanya kepada-MU aku meminta segala-galanya pula. buatlah aku bahagia kelak. berikan aku pemilik tulang rusuk yang sholeh dan beriman kepada-MU. yang kan memapahku menjadi umat yang sholehah dan beriman kepadamu.
aku percaya ALLAH akan selalu berada di sisiku, menjagaku untuk tetap tersenyum bahagia ...

tak ada hujan. tak ada bawel. tak ada singkatan nama. tak ada kepercayaan. tak ada kesetiaan. tak ada cinta. tak ada maaf. sejarah 12-12-12 berakhir sampai disini.
lembaran itu sudah terlewati dan tak akan mungkin di buka kembali.
dalam doa saja sudah tak mungkin kita bersama, ke depannya kelak semua juga akan semakin mustahil. berdoalah masing-masing pada Tuhan yang kau percaya! hargai mereka yang kau sayangi, sebelum kau akan kehilangan mereka dengan kebencian akan mu!
dia tak akan pernah menemukan perempuan sepertiku lagi. jauh di luar sana, tak akan pernah dia temukan. kelak ketika kau menyesal dan berpaling ke belakang, aku tak akan pernah lagi ada di sana menunggumu kembali. jalanku dan jalanmu sudah berbeda. selamat tinggal!
akan ku buktikan, aku bisa bahagia tanpanya! ketika kelak nanti kita akan bertemu di kota impianku, dia tak akan menjadi sebabku kesal, sedih dan membenci kota impianku, Jogja. justru aku dengan bangga kan menunjukkan padanya, bahwa di kota itu pula aku mendapatkan semua mimpiku. semua anganku. semua harapanku. semua kesuksesanku.
dan mendapatkan kebahagiaan bukan berasal darinya. kan ku buktikan bahwa aku memang yang terbaik, dia kan menyesal telah mengabaikan dan menyakiti hatiku.
aku masih akan menganggapmu teman, namun hanya sekedar status itu tanpa ada rasa mengenal jauh. sampai ketemu di Jogja! aku akan lebih bahagia dari sekarang!

ikhlaskan semua yang telah pergi...
maaf aku tak bisa bersikap seperti dulu kepada kalian berdua. kepercayaanku yang terluka ini, tak akan pernah sembuh. sakitnya akan berlangsung selamanya.
ingatlah, karma akan datang pada orang dan di saat yang tepat. percayalah :)
Get Well Soon for Me :*
 

Novela Dinar Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos