Hari ini tanggal 20 Januari 2014. Hari yang cukup menyenangkan. Iya. Entahlah harus bercerita darimana untuk mengungkapkan apa di balik tanggal 20 Januari ini. Hanya saja tepat setahun yang lalu untuk pertama kalinya air mata gadis yang tak pernah jatuh cinta terus berjatuhan karena sebuah kata yang memuakkan, Cinta.
Memangnya apa yang seorang gadis yang lugu dan mudah di bodohi ini ketahui tentang cinta? Dia masih awam dengan apa itu yang di sebut dengan cinta. Dia terlalu sering mengabaikan perasaannya. Mengacuhkan sakit yang di rasakannya untuk tersenyum kepada dunia seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Tapi apakah ia berhasil memakai topengnya itu? Tentu saja jawabannya tidak.
Suatu ketika di hari lain masih di Januari ini dimana titik terendah kejenuhannya memuncak, akhirnya ia menunjukkan secara gamblang pada dunia air mata kesakitan yang sudah lama di pendamnya. Terdengar pilu tangisnya, jelas sekali ia sudah terlalu lelah untuk menjadi kuat. Rintihan tangisnya sudah menjawab semua kegelisahannya.
Untuk waktu yang tak di ketahui lamanya, gadis itu berubah menjadi sosok yang berbeda. Tak ada lagi senyum yang mengembang lebar menghiasi wajahnya setiap pagi. Wajahnya berubah suram dan ia lebih sering menatap kedua kakinya yang melangkah ketimbang melihat bagaimana sekitarnya.
Namun Tuhan masih berbaik hati pada gadis itu dengan menyadarkannya bahwa bukan karena semua ini maka dunianya sudah usai. Justru ini adalah sebuah awal untuk melangkah ke dunia yang baru. Tuhan begitu baik. Tuhan merangkul gadis itu untuk menenangkannya. Walaupun "sembuh" dalam waktu yang tak sebentar, namun kini gadis itu bisa tersenyum lagi.
Bahkan di hari ini dia sedang bahagia. Karena kisah yang sedang di jalaninya sedang dalam tahap gembira. Senyum gadis itu mereka tiada letih, setiap harinya tak bosan ia menyambut pagi dengan rasa tak sabar.
Gadis itu sedang jatuh cinta ...
Bukan lagi dengan orang yang sama. Kisahnya sudah berbeda. Walaupun apa yang di rasakan gadis itu sebenarnya salah. Yaa, ia tau ini semua kesalahan. Tak seharusnya ia jatuh cinta padanya. Padanya yang tak mungkin menjadikan gadis itu nomor satu di hatinya. Akankah kisah Januari setahun yang lalu itu akan terulang lagi?
Gadis itu memilih untuk mematikan rasanya jika sampai kisah salah itu terulang. Lebih baik perasaannya mati daripada harus menahan sakit lagi dan lagi.
Gadis itu mencintainya. Ya, dia begitu mencintai sosok baru dalam kisahnya. Gadis itu ingin memilikinya, walaupun sesungguhnya semua hanya khayalan belaka ....
Gadis itu sudah menyembuhkan lukanya. Luka yang menggores sangat dalam di hatinya. Bahkan sampai detik ini, rasa sakit itu masih saja terasa walaupun hanya beberapa persen kecil. Apalah artinya masa lalu? Ia hanya hal yang sudah lewat untuk bisa kita pelajari. Kenapa memikirkan sesuatu yang sudah lewat jika di depan sana sedang ada yang menunggu seraya mengulurkan tangan untuk menjemputmu.
Cinta itu menyakitkan. Itu;ah kesan pertama yang gadis itu simpulkan. Lalu gadis itu menambahkan bahwa cinta yang menyakitkan akan berujung pada kebahagiaan ....



0 Note:
Posting Komentar