Minggu, 19 Januari 2014

Aku dan sebuah Cerita

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 10.19 0 Note

Hari ini tanggal 20 Januari 2014. Hari yang cukup menyenangkan. Iya. Entahlah harus bercerita darimana untuk mengungkapkan apa di balik tanggal 20 Januari ini. Hanya saja tepat setahun yang lalu untuk pertama kalinya air mata gadis yang tak pernah jatuh cinta terus berjatuhan karena sebuah kata yang memuakkan, Cinta.
Memangnya apa yang seorang gadis yang lugu dan mudah di bodohi ini ketahui tentang cinta? Dia masih awam dengan apa itu yang di sebut dengan cinta. Dia terlalu sering mengabaikan perasaannya. Mengacuhkan sakit yang di rasakannya untuk tersenyum kepada dunia seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Tapi apakah ia berhasil memakai topengnya itu? Tentu saja jawabannya tidak.
Suatu ketika di hari lain masih di Januari ini dimana titik terendah kejenuhannya memuncak, akhirnya ia menunjukkan secara gamblang pada dunia air mata kesakitan yang sudah lama di pendamnya. Terdengar pilu tangisnya, jelas sekali ia sudah terlalu lelah untuk menjadi kuat. Rintihan tangisnya sudah menjawab semua kegelisahannya.
Untuk waktu yang tak di ketahui lamanya, gadis itu berubah menjadi sosok yang berbeda. Tak ada lagi senyum yang mengembang lebar menghiasi wajahnya setiap pagi. Wajahnya berubah suram dan ia lebih sering menatap kedua kakinya yang melangkah ketimbang melihat bagaimana sekitarnya.
Namun Tuhan masih berbaik hati pada gadis itu dengan menyadarkannya bahwa bukan karena semua ini maka dunianya sudah usai. Justru ini adalah sebuah awal untuk melangkah ke dunia yang baru. Tuhan begitu baik. Tuhan merangkul gadis itu untuk menenangkannya. Walaupun "sembuh" dalam waktu yang tak sebentar, namun kini gadis itu bisa tersenyum lagi.
Bahkan di hari ini dia sedang bahagia. Karena kisah yang sedang di jalaninya sedang dalam tahap gembira. Senyum gadis itu mereka tiada letih, setiap harinya tak bosan ia menyambut pagi dengan rasa tak sabar.
Gadis itu sedang jatuh cinta ...
Bukan lagi dengan orang yang sama. Kisahnya sudah berbeda. Walaupun apa yang di rasakan gadis itu sebenarnya salah. Yaa, ia tau ini semua kesalahan. Tak seharusnya ia jatuh cinta padanya. Padanya yang tak mungkin menjadikan gadis itu nomor satu di hatinya. Akankah kisah Januari setahun yang lalu itu akan terulang lagi?
Gadis itu memilih untuk mematikan rasanya jika sampai kisah salah itu terulang. Lebih baik perasaannya mati daripada harus menahan sakit lagi dan lagi.
Gadis itu mencintainya. Ya, dia begitu mencintai sosok baru dalam kisahnya. Gadis itu ingin memilikinya, walaupun sesungguhnya semua hanya khayalan belaka ....


Gadis itu sudah menyembuhkan lukanya. Luka yang menggores sangat dalam di hatinya. Bahkan sampai detik ini, rasa sakit itu masih saja terasa walaupun hanya beberapa persen kecil. Apalah artinya masa lalu? Ia hanya hal yang sudah lewat untuk bisa kita pelajari. Kenapa memikirkan sesuatu yang sudah lewat jika di depan sana sedang ada yang menunggu seraya mengulurkan tangan untuk menjemputmu.
Cinta itu menyakitkan. Itu;ah kesan pertama yang gadis itu simpulkan. Lalu gadis itu menambahkan bahwa cinta yang menyakitkan akan berujung pada kebahagiaan ....

Kamis, 16 Januari 2014

My MoodBooster :*

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 01.48 0 Note

Belakangan ini Mood lagi ga baik. Mungkin karena pusing mikirin UAS yang ruwet banget, jadi mood jadi naik turun. Naaah, kalo udah gini, pasti butuh Moodbooster yaitu Coklat! Aku bilang sama " dia " aku pengen coklat. Tapi cuma sekedar ngomong aja sih, gaa bermaksud biar dia beliin beneran. Ehh, kemarin dia tiba-tiba kasih coklat ini ke aku. Yaaa, agak speechless gimana gitu, bingung harus ngapain aku bilang makasih. Mau teriak-teriak juga malu, karena lagi di depan umum. Yaudah deeh, senengnya cuma bisa meledak di hati. skali lagi makasih yaaaaaaaaaaa :*

Malam Minggu, 11 januari di Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 01.39 0 Note
Judulnya kece banget yaaaa! Udah malam minggu pas tanggal 11 Januari di Benteng Vredeburg pula. Ada apa?
Ga sih, cuma pas bertepatan dengan itu kebetulan sih lagi jalan sama temen-temen kelas. ga semuanya sih, cuma ber- 6 aja. Ada aku, Yana, Mas Arif, Gede, Heru dan Ade. Niat awalnya tuh cuma nganterin mereka belanja untuk mereka pulang kampung pas liburan semester 1. Niatnya sih gitu tapi apa daya ketika niat itu menjadi berlanjut ketika Mas Arif bawa kamera dan akhirnya kami narsis-narsis ria, hahahaha ^^
Kita awalnya ndak berangkat bareng. Aku sama Yana berangkat belakangan karena kehujanan di kampus. Sementara F4 itu udah ngeluyur duluan. Ya udah sih, biar bapak-bapak pada belanja dulu, wkwk


 - Pintu masuk Benteng yang jadi korban narsis kita, hahaha -



- Udah Naik ke atas, lumayan tingginya! takuuuuuuut -



- Masih bergaya tapi ala-ala foto Indonesia Idol yang lagi 5 besar, haha -
 


- Yang ini beneran ndak kuat banget gayanya, beuuuuh -_____- -


- Nih kan, sama Yana lagi. Ala-ala ga sengaja gitu padahal ..... -

 

- Ini di dalam museumnya, nggaya banget kita nih ! -


- Masih sama Yana lagi, kita emang kece sih ^^ -

Sebenarnya masih banyak fotonya. Tapi masih di flashdisk Yana, belum ngopy. Yaudah deh adanya cuma segini aja. Ntar kapan-kapan kalo inget baru share lagi! Dadaaaaaaaah :) 

Aku pun Dewasa !

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 01.17 0 Note
Ini sudah Tahun 2014 dan umurku sudah 19 tahun lebih 2 bulan ! Oh, tidak ini sungguh tak dapat di percaya. Tahun ini aku akan menginjak umurku yang kepala 2. Tunggu sebentar saja, bisakah aku di berikan banyak waktu lagi untuk menikmati umur angka 1 ku :'(
Ya sudahlah, umur hanyalah angka. Apalah artinya angka, itu hanya ukuran yang di buat oleh manusia.
Eheeem, btw ngomongin umur kan yaaa. Ini Velanya udah mahasiswa! Bukan anak ABG labil lagi apalagi cabe-cabean -_____- 
Nih nih nih, aku mau pamer Vela yang udah dewasa nih ^^





Sudah, sudah, bisa 1 album kalo mau pamer foto. Ada perubahan? Yaah, entahlah aku juga ga terlalu paham dimana perubahan siginifikannya. Aku masih gendut kok :I
Velanya mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Gimana sama UGMnya? Velanya di tolak mentak-mentah. Sudahlah, aku sudah lelah -_-
Ohh yaa, pas masuk UMY itu ospek namanya itu 'MATAF" alis masa ta'aruf. ya mungkin karena kampus yang berbasis islamin, jadi ngomongnya beda yaaa, hahahaha
Vela ngejalanin 2 mataf, yang pertama Mataf Fakultas " FISIPOL" dan Mataf Jurusan " Hubungan Internasional". Ini aku kenalin temen-temen ku di Kampus, check it !

  - Ini Temen-Temen Delegasi pas Mataf Jurusan HI, Delegasi TnT paling kece badaaai dan Mates Kami Kak Bima "Karatan" dan Kak Icha "Pelangi", hahaha ^^ -

- Ini cewek-cewek kece Delegasi Trinidad & Tobago -

 - Ini foto sebelum berangkat makrab ke kaliurang sama Bebebs Putri Johantin :* -

 - Ini pas Hang out bareng Amanda ( Temen 1 Delegasi - Mataf Jurusan ) dan Hida ( Temen 1 Khalifah - Mataf Fakultas ) -

- Kalo ini mah temen seperjuangan seperantauan se SMA dan se Blitar, ada Adin anak Manajemen dan Okky anak HI juga ^^ -

 - Kalo yang ini temen-temen satu kelas, kelas E. Ada Aam Monyong, 3Y Yana Yuli Yani bestfriend di frame kameraku, 15 alias Fiftin dan PL si Putri Lakuana. Kita masing-masing dari daerah yang berbeda-beda loooooh -

 - Ini sebagian member anak-anak kelas E HI :D -

Nah, tadi kan sempet aku bilang salah satu temanku namanya Yana Yuli Yani adalah bestfriend di frame kamera sama aku nih. Kenapa? Karena setiap foto aku sama dia itu buanyaaaak. Sekali foto kita bisa 100-200 jepretan. Gila? Iyaaa, emang kita gilaaa, hahahaha ^^ ga percaya? Next Pos Vela akan bahas itu, hahahaha wait ajaaa :D

Ketika Hujan Bercerita, Ketika Hujan Aku Jatuh Cinta

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 00.38 0 Note

Rasanya begitu tidak adil jika aku mendadak marah atau kesal kepadanya.
Ya dia. Dia yang sekarang berada di sisiku namun semuanya hanya sebatas itu saja.
Tidak ada yang lebih dan tidak ada yang kurang.
Perbedaannya hanya berada pada statusnya dan statusku. Aku seorang diri sementara dia sudah ... 
Terlalu jahat untuk mengatakan bahwa aku menginginkannya sementara dia sudah ada yang di ingini ...
Jika aku datang di dalam kehidupannya, maka betapa aku menjadi orang yang paling hina di dunia ini.
Aku mencintainya. Aku menyayanginya. Tuhan, Maafkan aku atas keegoisan ini. Maaf.
Dalam tangis ini, ku katakan bagaimana perasaanku padanya ....

Someone from my EAST

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 00.18 0 Note


Hari ini tepat setahun semenjak aku merasakan rasanya jantung berdebar dan memiliki sosok yang berdiri di sampingku ... untuk pertama kalinya. Itu setahun yang lalu, yaa masa lalu. Hal yang bergulir begitu saja namun terlalu membekas di hati.
Pertama kali merasakannya dan merasakan sakit yang luar biasa itu rasanya seperti ingin di cabut malaikat pencabut nyawa saja. Dunia ini seolah-olah menghujam setiap langkah dan tatapan setiap orang seakan-akan menertawaiku.
Sejak saat itu, aku tak pernah untuk lagi terpikir untuk mencoba membuka hati dan menjalani kisah yang bernama cinta itu. Entahlah, aku hanya merasa muak. Aku merasa diriku belum sanggup untuk melewati kisah yang mungkin (akan) memilukan lagi.
Hidupku berjalan biasa saja, tak ada rencana berkomitmen dengan siapa-siapa hingga suatu ketika datanglah sebuah badai. Tapi badai itu bukan untuk merusak, tapi menenangkan.
Dia ... yaa, dia.
Dia yang tiba-tiba hadir dalam kesepian ruangku.
Dia yang memberanikan diri mengetuk pintuku yang sudah sekian lama terkunci.
Dia yang menyunggingkan senyumnya ketika akhirnya ku buka pintuku dengan sedikit tatapan sinis.
Dia ....
Aku tidak tahu berapa banyak aku sudah mengabaikannya tetapi dia masih saja memperhatikanku tanpa lelah. Dia masih saja menyunggingkan senyumnya ketika bahkan aku tak pernah sekalipun membalasnya. Dia terus melakukan apa yang di lakukan orang bodoh - bagiku - walaupun aku tak pernah sekalipun menganggapnya ada.
Entahlah shudah berapa waktu berlalu saat dia selalu mengikutiku bak anak ayam mengikuti induknya. Anehnya aku juga tak merasakan risih akan kehadirannya yang terus membuntutiku bagaikan penguntit kelas kakap.
Dia selalu memelukku ketika aku mulai menangis.
Dia selalu menyediakan lengannya ketika aku lelah.
Dia selalu menyunggingkan senyumnya untuk mencerahkan hariku yang kelam.
Entahlah. Entah sejak kapan sosoknya menjadi begitu istimewa bagiku. Kehadirannya tak lagi menjadi parasit di hidupku. Yang ku tau dia adalah sosok yang membuatku bangkit dari dunia kelam dan membuatku berani untuk mengatakan "iya" pada cinta. Dia mengenalkanku bahwa tak semua cinta itu menyakitkan. Cinta itu menyenangkan. Cinta itu indah. Itu yang sedang dia berikan padaku saat ini.
Dia sosok yang datang dari Timur itu, menghangatkan hatiku seperti di kala matahari akan tenggelam. Namun ia tak pernah membiarkanku sendiri dalam kegelapan, karena rengkuhan tangannya tak pernah lepas dari genggamanku.
Namun, alangkah akan jauh bahagianya jika aku bisa memilikinya .... seutuh hatinya ...
 

Novela Dinar Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos