Senin, 29 Juni 2015

POLITIK GLOBAL AMERIKA SERIKAT

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 04.59 0 Note
DINAMIKA HUBUNGAN
AMERIKA SERIKAT DAN KUBA

Tugas Akhir Mata Kuliah Politik Global Amerika Serikat

Dosen / Asdos :
Prof. Dr. Bambang Cipto, M.A / Idham Badruzaman, S.IP., M.A

Disusun Oleh
NOVELA DINAR PUSPITASARI
20130510266
(C)

HUBUNGAN INTERNASIONAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

Awal Hubungan Amerika Serikat dan Kuba  
          Kawasan Amerika Latin dianggap sangat penting bagi Amerika Serikat karena menjadi kawasan yang paling dekat dengan Amerika Serikat berada pada kawasan Benua Amerika. Bagi Amerika Serikat, wilayah Amerika Latin penting karena menjadi garis pertahanan, terutama untuk menanggulangi pengaruh komunis. Salah satu negara penting di kawasan Amerika Latin adalah Kuba. Kuba berada di Kepulauan Antile yang dahulunya pernah menjadi negara jajahan Spanyol. Pada saat itu negara-negara Amerika Latin banyak dikuasai oleh Eropa dan hal ini membuat Amerika khawatir pada kestabilan keamanan regional benua Amerika. Amerika memberikan perhatian lebih kepada Kuba karena Kuba adalah pintu masuk strategis bagi bangsa asing untuk dapat menguasai Amerika Latin. Selain karena faktor keamanan, faktor ekonomi juga menjadi salah satu alasannya. Kuba adalah penghasil gula terbesar kedua setelah Brazil yang memasok hasil produksinya ke Amerika Serikat. Maka tidak mungkin bagi Amerika Serikat untuk merelakan tambang emas terbesar yang dimilikinya untuk dikuasai oleh bangsa asing. Tindakan nyata yang sudah dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba adalah dengan melakukan intervensi militer. Dalam peperangan antara Kuba dan Spanyol, Amerika muncul sebagai sosok tetangga baik yang memiliki solidaritas tinggi membantu Kuba merebut kemeredekaannya. Setelah berhasil mengalahkan Spanyol. 
          Menurut Margareth Daly Hayes, ia mengungkapkan bahwa ada tiga hal utama yang menjadi kepentingan Amerika Serikat ke Amerika Latin. Yang pertama adalah kemampuan ekonomi Amerika Latin dalam menyediakan pasar untuk Amerika Serikat. Amerika Latin memiliki sumber daya alam yang sangat berlimpah sehingga tidak heran jika banyak bangsa yang ingin menguasai daerah ini. Faktor untuk menunjang ekonomi menjadi alasan yang kuat. Kedua adalah adanya kepentingan Amerika Serikat. Amerika Serikat memiliki kepentingan besar yaitu ingin menyebarkan ideologi demokrasi miliknya ke seluruh penjuru dunia. Amerika Serikat berkeinginan untuk menjadikan semua negara sepaham dengan pemikirannya dan berjalan dibawah kendalinya. Salah satu upayanya adalah menguasai kawasan terdekat dari Amerika Serikat, yaitu Amerika Latin. Hal ketiga ialah adanya keyakinan Amerika Serikat bahwa posisi dunia baru itu harus dilindungi dan dibawah pengawasan Amerika Serikat. Bukan hanya dalam aspek geografis dan ideologi namun juga secara politik, sosial, budaya dan moral. Hal ini yang kemudian menjadi alasan Amerika Serikat mengisolasi seluruh belahan bumi barat dari pengaruh bangsa lain khususnya bangsa Eropa.  
          Amerika Serikat mengendalikan politik Kuba secara penuh. Kuba menjadi tempat strategis para investor dan turis Amerika Serikat. Hubungan yang baik antara Amerika Srikat dan Kuba terjalin pada masa pemerintahan Fulgencio Batista. Bahkan kedua pihak mengembangkan hubungan diplomatik. Kuba berharap mendapatkan bantuan ekonomi dan militer dari Amerika Serikat, sementara Amerika Serikat dapat memanfaatkan politik Kuba untuk emmpertahankan kekuasaannya. Namun pemerintahan Fulgencio yang diktator dan penuh penyelewengan membuat rakyat Kuba melakukan pemberontakan yang kemudian dipimpin oleh Fidel Castro. Sepeninggal Fulgencio Batista, Fidel Castro mengisi kursi presiden Kuba. Berbeda saat pemerintahan Fulgencio Batista yang sangat mendukung Amerika Serikat, Fidel Castro sangat menentang keberadaan Amerika Serikat di Kuba. Bahkan Fidel Castro melakukan nasionalisasi semua perusahaan asing terutama perusahaan Amerika Serikat. Sikap Fidel Castro itu sebagai wujud kemarahannya karena Kuba dijadikan budak abadi Amerika Serikat sehingga akan sulit untuk Kuba untuk berdiri sendiri menjadi sebuah negara. Amerika Srikat kemudian melakukan embargo ekonomi pada Kuba. Namun  kemudian Uni Soviet muncul sebagai pihak yang menolong kesulitan Kuba dan berjanji akan membantu secara ekonomi dan militer untuk Kuba. Mengetahui ada keterlibatan Uni Soviet di Kuba, Amerika Serikat kemudian memutuskan hubungan diplomatik dengan Kuba karena sikap Fidel Castro tersebut. Berbagai upaya dilakukan Amerika Serikat untuk menghentikan rezim Fidel Castro. Setelah berakhirnya revolusi Kuba, bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan Presiden Amerika George W. Bush, hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba tidak mengalami banyak perubahan yang mampu memperbaiki hubungan diplomatik antara keduanya. Kemudian pada Tahun 2009, Barack Obama resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru. Presiden berketurunan Amerika-Afrika ini bahkan memasukkan rencana untuk memperbaiki hubungan Amerika dan Kuba dalam kampanye-kampanyenya. Obama ingin menunjukan niatnya untuk kembali menjalin hubungan bertetangga yang baik dengan Kuba. 

Hubungan Amerika Serikat dan Kuba Era Barack Obama 
          Langkah awal Obama untuk memperbaiki hubungan Amerika Serikat dan Kuba adalah dengan mencabut pembatasan larangan kunjungan dan pengiriman uang ke Kuba bagi warga Kuba dan Amerika yang dimana kebijakan ini menjadi salah satu rangkaian sanksi embargo Amerika Serikat kepada Kuba. Diharapkan kebijakan ini akan menjadi awal perbaikan hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Kuba yang sebelumnya retak. Kebijakan ini disambut sangat baik oleh rakyat Kuba. Kebijakan ini muncul karena efek dari tekanan rakyat Amerika Serikat yang menganggap larangan itu menyalahi Hak Asasi Manusia (HAM). Tekanan ini bersamaan dengan dengan fase kampanye presiden Amerika Serikat dan kemudian Obama memasukkan rencana normalisasi Amerika Serikat dan Kuba sebagai salah satu kampanye besarnya. Selain penghapusan kebijakan, Amerika Serikat juga memperbaiki hubungan telekomunikasi dengan Kuba. Diharapkan dengan kembali membaiknya hubungan telekomunikasi antara Amerika Serikat dan Kuba akan mempermudah Amerika Serikat untuk memantau perkembangan pemerintahan Kuba yang sampai saat ini masih mengusung ideologi komunis, yang notabennya berseberangan dengan demokrasi Amerika Serikat. 
        Dengan dilakukannya kebijakan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi Amerika Serikat dalam bidang ekonomi. Pemasukan devisa negara akan meningkat seiring beroperasinya kerjasama pada jaringan telekomunikasi antara Amerika Serikat dan Kuba. Selanjutnya adalah rencana untuk bisa menanamkan demokrasi di negara-negara Amerika Latin seperti Kuba, yang menjadi agenda besar Amerika Serikat sejak awal abad 19. Kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini dimaksudkan untuk memelihara bumi bagian barat untuk tetap menjadi wailayah dominasi Amerika Serikat. Kawasan Amerika Latin adalah kawasan yang paling dekat dengan Amerika Serikat. Itulah mengapa Amerika Serikat lebih banyak memfokuskan perhatiannya pada Amerika Latin. Akan menjadi masalah yang besar jika kawasan Amerika Latin dikuasai oleh bangsa lain karena Amerika Serikat menjadikan Amerika Latin sebagai kawasan benteng pertahanan. Upaya-upaya yang dilakukan Amerika Serikat tidak hanya karena imperialisme atau eksploitasi ekonomi saja, namun juga persepsi bahwa keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat sangat tergantung pada bagaimana Amerika membuat kebijakan politik luar negerinya kepada negara-negara lain. 
         Dewasa ini, Amerika Serikat masih berupaya untuk menanamkan demokrasi di tanah Kuba. Tetapi upaya-upaya yang dilakukan Amerika Serikat berbeda dengan era sebelumnya. Sebelumnya, Amerika Serikat memandang komunis di Kuba adalah sebuah penyakit yang harus dibasmi sekalipun lewat jalan kekerasan. Namun pada saat ini, Amerika Serikat mengubah sudut pandang tersebut dan melihat Kuba sebagai salah satu mitra bisnis strategis yang dapat menguntungkan Amerika Serikat. Ditemukan beberapa titik minyak di tanah kuba yang menyimpan milyaran ton minyak mentah. Atas kepentingan inilah, pada pemerintah Barack Obama melakukan banyak perubahan dalam meringankan embargo yang telah dilakukan Amerika Serikat pada Kuba. Jika kerjasama antara kedua negara ini bisa berjalan dengan lancar, maka keuntungan yang sangat besar dalam bidang ekonomi menjadi faktor utama dibandingan kepentingan untuk menanamkan demokrasi di Kuba. 


Daftar Pustaka 
Bradley, William dan Mochtar Lubis. 1991. Dokumen-Dokumen Pilihan tentang Politik Luar Negeri Amerika Serikat dan Asia : Yayasan Obor Indonesia, 1991.  
Brenner, Philip. 1988. From Confrontation to Negotiation US Relations with Cuba. United States of America : Westview Press, 1988. 
Dominguez, Jorge dan Rafael Hernandez. 1989. US-Cuban Relations in The 1990s. United States of Amerika : Westview Press, 1989. 
Ika Akbarwati, “ Sejarah Gejolak Hubungan Amerika Serikat dan Kuba” . https://www.selasar.com/politik/sejarah-gejolak-hubungan-amerika-serikat-dan-kuba. Diakses pada tanggal 20 Juni 2015
 

Novela Dinar Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos