Kamis, 16 Januari 2014

Someone from my EAST

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 00.18


Hari ini tepat setahun semenjak aku merasakan rasanya jantung berdebar dan memiliki sosok yang berdiri di sampingku ... untuk pertama kalinya. Itu setahun yang lalu, yaa masa lalu. Hal yang bergulir begitu saja namun terlalu membekas di hati.
Pertama kali merasakannya dan merasakan sakit yang luar biasa itu rasanya seperti ingin di cabut malaikat pencabut nyawa saja. Dunia ini seolah-olah menghujam setiap langkah dan tatapan setiap orang seakan-akan menertawaiku.
Sejak saat itu, aku tak pernah untuk lagi terpikir untuk mencoba membuka hati dan menjalani kisah yang bernama cinta itu. Entahlah, aku hanya merasa muak. Aku merasa diriku belum sanggup untuk melewati kisah yang mungkin (akan) memilukan lagi.
Hidupku berjalan biasa saja, tak ada rencana berkomitmen dengan siapa-siapa hingga suatu ketika datanglah sebuah badai. Tapi badai itu bukan untuk merusak, tapi menenangkan.
Dia ... yaa, dia.
Dia yang tiba-tiba hadir dalam kesepian ruangku.
Dia yang memberanikan diri mengetuk pintuku yang sudah sekian lama terkunci.
Dia yang menyunggingkan senyumnya ketika akhirnya ku buka pintuku dengan sedikit tatapan sinis.
Dia ....
Aku tidak tahu berapa banyak aku sudah mengabaikannya tetapi dia masih saja memperhatikanku tanpa lelah. Dia masih saja menyunggingkan senyumnya ketika bahkan aku tak pernah sekalipun membalasnya. Dia terus melakukan apa yang di lakukan orang bodoh - bagiku - walaupun aku tak pernah sekalipun menganggapnya ada.
Entahlah shudah berapa waktu berlalu saat dia selalu mengikutiku bak anak ayam mengikuti induknya. Anehnya aku juga tak merasakan risih akan kehadirannya yang terus membuntutiku bagaikan penguntit kelas kakap.
Dia selalu memelukku ketika aku mulai menangis.
Dia selalu menyediakan lengannya ketika aku lelah.
Dia selalu menyunggingkan senyumnya untuk mencerahkan hariku yang kelam.
Entahlah. Entah sejak kapan sosoknya menjadi begitu istimewa bagiku. Kehadirannya tak lagi menjadi parasit di hidupku. Yang ku tau dia adalah sosok yang membuatku bangkit dari dunia kelam dan membuatku berani untuk mengatakan "iya" pada cinta. Dia mengenalkanku bahwa tak semua cinta itu menyakitkan. Cinta itu menyenangkan. Cinta itu indah. Itu yang sedang dia berikan padaku saat ini.
Dia sosok yang datang dari Timur itu, menghangatkan hatiku seperti di kala matahari akan tenggelam. Namun ia tak pernah membiarkanku sendiri dalam kegelapan, karena rengkuhan tangannya tak pernah lepas dari genggamanku.
Namun, alangkah akan jauh bahagianya jika aku bisa memilikinya .... seutuh hatinya ...

0 Note:

Posting Komentar

 

Novela Dinar Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos