Rabu, 13 Februari 2013

AKU BENCI HUJAN !

Diposting oleh Novela Dinar Puspitasari di 05.15
Rabu, 13 Februari 2013 ( H-1 sebelum Valentine's Day )

aku ingin bercerita tentang satu hal yang paling menyebalkan dan membuat hidupku sejenak menjadi berantakan. hal yang paling tak ingin ku ulangi lagi di kehidupanku ke depan nanti. sama sekali tak akan pernah ingin!
aku tak pernah menyangka jika satu hari aku berani untuk mengambil keputusan menjalin komitmen dengan seseorang. aku tak pernah berpikir sejauh itu. sebelum aku kemudian bertemu dengannya. sosok yang mulai sekarang adalah sosok yang tak ingin ku kenal dalam sejarah hidupku.
berawal dari pertemuan yang tak sengaja karena sebuah project sekolah yang mengharuskan kami bersama-sama dalam waktu yang lama. project itu adalah yearbook. ya, aku memang panitia inti di dalamnya. dan panitia inti tentu terjun langsung ke dalam project itu termasuk aku.
pertama kali bertemu dengannya, sama sekali tak ada hal yang berbeda. semuanya berjalan baik-baik saja tanpa ada keanehan yang pasti. tak ada rasa yang berbeda selain partner kerja dan sebagai kakak, karena dia lebih tua 2 tahun dariku.
ku ingat benar pertama kali kami berkenalan. ia menjabat tanganku dan kami saling melempar nama. " Vela ..."
pertemuan awal yang baik dan kerja sama yang baik pula. senang bisa mengenal orang baru apalagi mereka berasal dari JOGJAKARTA. kota impian yang paling ku rindukan.
sampai suatu detik kemudian di sebuah kejadian mengharuskan aku untuk bertukar nomor telepon dengannya. alih-alih saat melihat facebookku yang memasang profil sebagai mahasiswa UGM JOGJA, ia memberitahuku bahwa ia punya seorang adik di sana dan mungkin saja memberikan informasi tentang UGM untukku.
tanpa curiga atau apa, ku berikan nomor teleponku di sore yang hujan gerimis itu. tentu saja aku sangat senang jika mendapat informasi tentang UGM dari orang yang tepat. hanya itu yang ada di pikiranku saat itu.
malam kemudian tiba. ponselku perlahan berdering dan sebuah nama baru muncul sebagai pengirim pesannya. " Eheem ..."
itu kata pertama sms yang ia kirimkan padaku. aku membacanya dengan bingung. ini orang kenapa ya?
sejak awal sms itu, beberapa hari kemudian aku berhubungan dengannya. saling berkirim sms dan candaan akrab sekedarnya.
kemudian project sekolah kami pun berakhir dan ia harus kembali ke tempat asalnya nan jauh di sana. jujur, aku menitikkan air mata mengantarkannya pergi. walaupun hanya beberapa waktu bersama dan saling mengenal, namun ia sudah ku anggap kakak sendiri. teman yang asyik di ajak curhat dan asyik untuk diajak ngobrol.
namun dengan sekembalinya ia, hubunganku dan ia tak begitu saja berakhir. kami masih saling berkomunikasi lewat SMS. semakin lama semakin rutin hingga suatu ketika, ia mengatakan suatu kalimat yang sama sekali tak pernah ku pikirkan.
ia mengutarakan isi hatinya padaku yang ternyata sejak pertama kali bertemu di pendamnya. aku senang mendengar apa yang ia katakan. untuk pertama kalinya, di saat itulah hatiku berbunga-bunga. rasanya seperti melayang di udara. aku sangat-sangat senang!
entah apa yang ku pikirkan saat itu, aku pun mengiyakan juga bahwa aku memiliki perasaan yang sama. sebenarnya ada rasa keraguan yang awalnya mencegahku, namun kemudian semua itu tiba-tiba terjadi begitu saja. 12 Desember 2012. 12-12-12 jam 12 malam, hari spesial itu terukir sudah.
hari-hari berikutnya ku lewati dengan ada sosoknya yang selalu di sisiku. walaupun istilahnya harus LDR, namun bagiku ia selalu dekat. rasa rindu tak ayal selalu menghantuiku dan menghantuinya. tak jarang kami saling bertelepon untuk sekedar melepas rindu karena jarak yang jauh antara kami. terkadang aku ingin menangis, ketika rasa rindu yang ku rasakan teramat dalam.
hingga kemudian liburan sekolah pun tiba dan libur untuk merayakan tahun baru 2013. keluargaku memutuskan untuk merayakan bersama di Jogja. tentu aku sangat senang pula bisa bertemu dengan semua keluargaku, berkumpul menghabiskan waktu bersama. senang juga bisa bertemu dengan dia yang selama ini ku rindukan. setidaknya walaupun hanya sekali, aku bisa bertatap muka dengannya dan merasakan keberadaannya di sisiku.
benar saja, kami membuat sebuah rencana pertemuan. ia janji akan datang ke rumahku di Jogja dan kemudian meminta izin kepada kedua orang tuaku untuk mengajakku keluar.
jujur saat pertama kali aku mengatakan kepada mama tentang dia, aku gugup. aku takut mama akan marah. namun ternyata mama baik-baik saja mendengarnya. mama percaya padaku. hanya saja, lebih baik tak menceritakan apa-apa kepada papa jika tak ingin ada masalah. aku pun juga tak berniat bercerita kepada papa, karena aku belum yakin untuk mengenalkannya secara gamblang kepada semua keluargaku.
hari itu datang. dia benar-benar datang ke rumah. kenapa jadi aku yang gugup? walaupun sebelum-sebelumnya ia sempat membuatku bad mood karena ia plinplan antara jadi datang ke rumah atau tidak. namun akhirnya ia datang juga ke rumah walaupun hari sudah sore.
mama dan kakak laki-lakiku yang menemuinya di ruang tamu. mereka berbicara sebentar, sementara aku hanya duduk diam tak jauh darinya sambil menahan tawa karena ia di introgasi mama dan kakak laki-lakiku.
lalu proses itu berakhir ketika mamaku berkata, " mau keluar ya? ya udah ga' apa-apa. hati-hati ya, jangan pulang malam-malam."
ting tong! akhirnya mama membolehkanku keluar dengannya. ya, tentu saja kami keluar berdua berkeliling jogja walaupun cuaca saat itu gerimis. kami berhenti pada sebuah plaza dan makan berdua di sana menghabiskan banyak waktu. aku menikmati waktu-waktu indah bersamanya yang relatif singkat.
ku manfaatkan waktu sebaik mungkin dengannya sebelum akhirnya semuanya berakhir setelah ia mengantarkan aku pulang. hari yang indah walaupun ternyata hal itu menjadi momen terakhir saat-saat aku bersamanya.
hari-hari berlalu semakin cepat dan mendadak ia menghilang. tak ada sms atau telepon. aku khawatir terjadi apa-apa dengannya. ingin aku sms dia duluan, tapi aku tak berani. selama ini memang dia yang selalu sms duluan. aku hanya takut sms di waktu yang tidak tepat. karena aku tau ia begitu sibuk. selain itu, aku tak mau mengganggu kerjanya.
sebenarnya hubungannya denganku harus di rahasiakan. ada peraturan di kantornya bahwa ia tak boleh menjalin hubungan dengan kliennya selama kerja sama kerja, jadi, aku dan dia pun harus ekstra hati-hati dalam menyembunyikan hubungan ini. di pihak panitia dan teman-temanku, tak ada yang tau hubunganku dengannya. termasuk di pihaknya juga, tak ada orang yang tau. istilahnya kami melakukan backstreet.
inget kami pernah berjanji akan bertahan sampai project yearbook selesai. hanya bertahan beberapa saat saja bersama. itu janji yang indah bagiku saat itu.
proses ia menghilang semakin parah hingga berganti bulan. aku benar-benar tak tahan dan memberanikan diri untuk bertanya padanya apakah mungkin ada sesuatu yang salah. namun ia mengatakan semuanya tak ada yang salah. semuanya baik-baik saja, hanya ia sedang jenuh dengan rutinitas kuliah dan kerjaannya. lega rasanya mendengar ia baik-baik saja. setidaknya hatiku tenang.
tetapi setelah itu, keadaan tak juga membaik. ia melanjutkan project selanjutnya ke SMA yang lain da hari-harinya sangat sibuk. pernah sekali aku mengirimkan sms padanya, dan jawabannya begitu sinis. ia sedang letih, aku tau. ia sedang sensitif, aku mengerti.
aku tak marah dengan apa yang ia katakan itu. aku maklum dan lebih memilih diam saja menunggu kemarahannya reda.
tinggal beberapa hari lagi adalah ulang tahunnya. aku berpikir keras ingin memberikan kado terindah untuknnya. tak mungkin aku mengirim sebuah benda, itu tak memungkinkan. akhirnya ku putuskan mengirimkan fotoku dengan tulisan selamat ulang tahun kepadanya dan voice note berisi ungkapan hati dan ucapan selamat ulang tahun untuknya. di balik semua itu banyak pengorbanan yang ku lakukan. dan ku rasa tak perlu ku jelaskan karena hal itu terlalu menyakitkan.
tepat di hari ulang tahunnya, semua hadiah surprise itu sudah ku kirimkan kepadanya. ia terlihat senang menerimanya. aku pun juga senang mendengarnya senang menerima hadiah sederhanaku itu. namun kemudian masalah muncul ketika salah seorang teman perempuanku bercerita heboh tentang gosipku dan dia di jejaring sosial. aku kaget bukan main ketika semua teman-temannya tau bahwa aku dan dia ada sebuah hubungan. tentu saja aku gugup, takut akan terjadi hal yang buruk. aku meminta teman perempuanku itu untuk terus mengawasi apa yang terjadi karena ia punya sarana untuk tau daripada aku.
beberapa waktu aku semakin dekat dengan teman perempuanku itu. bahkan kami sudah lumayan dekat. selain karena ingin sama-sama melanjutkan studi ke Jogja, masalah aku dan dia yang spesial di hatiku itu membuat kami mau tak mau saling kontak. sampai akhirnya aku pun ikut mengejeknya, karena setiap ia bicara tentang sosok lelaki yang ku cintai itu, ia  tampak gembira. bahkan aku sering bertanya iseng, " kalian pacaran, ya?"
walaupun sebenarnya aku tau, aku dan dia masih dalam komitmen. seberapa perihnya berakting seperti itu di depan orang lain? sama sekali tak mudah.
terus dan terus beberapa hari ke depan, teman perempuanku dan dia saling berhubungan lewat jejaring sosial lebih sering dari yang aku bayangkan. berawal dari teman perempuanku yang mengompori hubunganku dan dia yang kemudian berubah menjadi hal yang mencurigakan bagiku. kedekatan mereka terlalu aneh dan aku tak nyaman.
suatu ketika dia mengirimkan sms padaku. aku tau hubungan kami sudah tak bisa lagi di pertahankan seperti dulu. aku tau apa yang akan dia ingin katakan. putus.
aku menerimanya dengan sabar walaupun harus menitikkan air mata dan hatiku yang terasa sakit. namun ini untuk kebaikan kami bersama. ia bilang, hubungan kami sudah di ketahui pihak kantornya dan ia sempat di panggil oleh manajer kantornya karena masalah ini. ku pikir-pikir ada baiknya perpisahan ini, setidaknya tak akan membuat masalah yang lebih besar. akhirnya kami pun resmi berpisah dan hanya sekedar menjadi kakak adik.
aku cukup puas dengan keputusan itu, setidaknya kami tak lost contact. kami masih saling berhubungan walau tak sering.
tapi kemudian kenyataan paling menyakitkan ku terima, ketika ku tau ada hal yang aneh terjadi antara dia dan teman perempuanku sebelumnya. ternyata komunikasi mereka tak berakhir begitu saja. semuanya masih berlanjut tanpa ku ketahui. bahkan mereka sempat saling bertukar DP BBM mereka dan saling melempar PM manis. Oh God, kenapa semua menjadi seperti ini?
aku iseng bertanya padanya tentang kebenaran hal itu. namun dia menjawab itu hanya bercanda belaka. tak ada yang serius. ok, aku percaya padanya dan masalah selesai.
tapi ternyata hal itu semakin buruk dan buruk sampai akhirnya aku yakin mereka benar ada apa-apa lebih dari sekedar teman. aku bertanya pula pada teman perempuanku apa hubungannya dengan dia. namun teman perempuanku hanya menjawab santai bahwa mereka tak ada apa-apa. sebenarnya ada apa ini?
aku terus berusaha berpikir semuanya baik-baik saja. tapi semuanya ternyata sia-sia. sudah banyak bukti yang menjelaskan di antara mereka ada hubungan yang lebih dari sekedar teman biasa. bahkan di twitter mereka sudah saling melempar kalimat sayang. di depan mataku mereka melakukan hal itu tanpa rasa bersalah. aku bahkan tak sempat tau apa twitternya selama kami menjalani komiten, namun kenapa teman perempuanku yang bukan apa-apanya malah sudah saling berinteraksi?
memang benar, antara aku dan dia tak ada lagi komitmen selain kakak dan adik. tapi setidaknya dia harusnya punya perasaan! bagaimana rasanya perpisahan? apa begitu mudahnya move on dan berpaling kepada yang lain?
apa dia tak tau bagaimana perasaanku saat itu? sakit di dadaku selalu terasa perih dan membuatku menangis tanpa tau kapan berhenti. apa dia akan peduli dengan itu? percuma aku arah-marah, karena ia tak akan pernah peduli! ia sudah buta dengan cinta!
aku sempat marah dan tak berkontak dengan teman perempuanku itu. tau kan bagaimana rasanya di khianati teman sendiri? bahkan dia sudah dekat dan akrab denganku. apa dia tak tau sakitnya seperti apa? dia tetap merasa tak bersalah dan santai saja melihatku yang marah. perempuan macam apa kau ini? tak punya perasaan sama sekali! :(
inikah yang namanya teman? menusuk dari belakang tanpa rasa bersalah dan berdosa?
perihnya luka di dadaku semakin lebar, dan aku terus menangis setiap malam.
semenjak tau hubungan mereka makin dekat, aku menghapus semua kenangan bersamanya. foto, gambar dans semunya yang berhubungan dengannya. bahkan aku membatalkan pertemanan dengan lelaki itu dan teman perempuanku. aku meng-unfollow teman perempuanku juga. tak peduli lagi! terserah!
semua teman-teman panitia satu persatu tau masalahku. mereka jadi benci akan dia yang ternyata baj**gan. lelaki yang tak tanggung jawab dan berpindah hati seenaknya. mereka terus mensuportku untuk terus tetap kuat. untuk melupakan lelaki yang tak tau diri itu!
sulit awalnya, karena kepercayaanku sudah terlanjur dalam padanya. namun ternyata semuanya harus ku terima bahwa ia memanfaatkan kepercayaanku dan memberikan banyak kebohongan yang menyakitkan! Aku benci dia! Aku benci hujan yang selalu mengidentikkan dia dala hidupku! :(
sampai kemudian, ada momen dimana dia kembali bertemu denganku di sini karena urusan pekerjaan. bertemu dengannya, ya aku bertemu. tapi aku tak sedikitpun melakukan kontak mata dengannya. aku tak menganggap ia ada dalam pandanganku. ia benar-benar ku anggap orang asing. terserah orang katakan aku kejam, tapi inilah caraku untuk menyembuhkan diri dari keterpurukan yang menyakitkan ini. ketika semua panitia mengajaknya bicara, aku memilih diam dan menjauh. aku muak berada di dekatnya, melihat wajahnya saja membuatku marah. untung saja aku masih bisa menahan semuanya.
di sudut kecil hatiku, sebenarnya aku masih mengharapkannya. mengharapkannya kembali padaku, meminta maaf dan semuanya kembali baik-baik saja. namun kejadian setelah itu membuatku menghapus harapan itu. di sela-sela kerjanya, ternyata dia dan teman perempuanku merencanakan pertemuan alias kencan berdua. masih beraninya mereka melakukan itu di depanku? apa rasa malu mereka sudah mati?
sakit itu menggerogoti hatiku sedikit demi sedikit, namun aku terus berusaha menahan. biarkan saja apa yang mereka lakukan, lebih baik urusi dirimu sendiri. jangan buang-buang waktu memikirkan keegoisan mereka!
sampai detik terakhir aku dan dia tak melakukan percakapan apapun. kami saling diam. aku memang tak berniat bicara dengannya. karena aku sudah tak mengenal siapa dia!
hingga kemudian ternyata ia tengah mentraktir beberapa panitia makan. aku tak sengaja datang juga. itu pertama kalinya ia bicara padaku, " ambil aja, vel. tak traktir."
traktir? dalam rangka apa? jadianmu dengan perempuan itu? sama sekali aku tak sudi menerimanya. aku pura-pura saja tak dengar apa yang ia katakan dan tertawa dengan panitia yang lain.
malam harinya, sebuah sms masuk. tertera nomor saja. sebenarnya aku tau dia yang mengirim sms. tapi aku pura-pura tak tau saja. karena aku tak mengenalnya lagi! dia berpamitan pulang padaku dan meminta maaf. dengan santainya ku tanya balik siapa pemilik nomor itu. dia menjawab nama panjangnya, aku pun kemudian menjawab singkat, " ow, ya." selesai.
itu sms terakhirnya untukku. maaf apa? sudah terlambat semuanya. kenapa ga dari kemarin-kemarin? tadi juga saat face to face bertemu kenapa tak mengucapkan maaf? kenapa beraninya hanya lewat sms? lelaki macam apa dia? pecundang!
esoknya kemudian aku mendengar berita mencengangkan lagi. selama aku mengenalnya, yang ku tau dia adalah seorang muslim juga. ia selalu bilang untuk shalat dan semua orang muslim lakukan. namun ternyata kenyataan muncul dari mulutnya sendiri bahwa ia adalah seorang ansrani. what????? lelucon macam apa ini? lalu bagaimana dengan shalat-shalat yang ia katakan padaku dulu? maksudnya apa? jika dia memang seorang nasrani, kenapaaaaa .....?
hidupnya semua adalah kebohongan! apalagi kebohongan yang akan terungkap selanjutnya? apalagi? mau bilang bahwa dia malaikat? atau dia bilang sedang sakit parah dan kronis akan mati? apalagi selanjutnya? dasar pembohong! pembual!
aku benar-benar yakin tak ingin mengenalnya lagi. semuanya kembali ke O:O dimana aku dan dia tak saling kenal. aku sudah bertekad dari awal. jika ingin kembali seperti dulu, lewatilah proses perkenalan kembali. namun bedanya, aku tak akan mungkin seperti dulu menghadapinya. aku sudah cukup letih di bohongi. sudah saatnya untuk sadar.
aku terima dosa yang akan ku terima karena memutuskan silaturahmi sesama manusia. aku hanya ingin move on dan hidup bahagia tanpa ada bayang-bayangnya lagi. aku juga berterima kasih pada ALLAH SWT karena telah mengambil seorang pengkhianat dalam hidupku.
ALLAH memberitahuku bahwa dia bukanlah imam yang tepat. dan ternyata itu benar, dia memang bukan imamku. bukan imam yang tepat untukku berjalan di jalan ALLAH SWT. terima kasih ya ALLAH, engkau telah bukakan mata dan hatiku tentang semuanya. engkau telah jauhkan dia dariku. aku tau semua ini ada banyak hikmahnya. dan aku sadari aku bisa banyak memetik pelajaran dari semua pengalaman ini.
bantulah aku untuk melupakan kenangan buruk ini ya ALLAH. aku tau engkau maha segala-galanya. hanya kepada-MU aku meminta segala-galanya pula. buatlah aku bahagia kelak. berikan aku pemilik tulang rusuk yang sholeh dan beriman kepada-MU. yang kan memapahku menjadi umat yang sholehah dan beriman kepadamu.
aku percaya ALLAH akan selalu berada di sisiku, menjagaku untuk tetap tersenyum bahagia ...

tak ada hujan. tak ada bawel. tak ada singkatan nama. tak ada kepercayaan. tak ada kesetiaan. tak ada cinta. tak ada maaf. sejarah 12-12-12 berakhir sampai disini.
lembaran itu sudah terlewati dan tak akan mungkin di buka kembali.
dalam doa saja sudah tak mungkin kita bersama, ke depannya kelak semua juga akan semakin mustahil. berdoalah masing-masing pada Tuhan yang kau percaya! hargai mereka yang kau sayangi, sebelum kau akan kehilangan mereka dengan kebencian akan mu!
dia tak akan pernah menemukan perempuan sepertiku lagi. jauh di luar sana, tak akan pernah dia temukan. kelak ketika kau menyesal dan berpaling ke belakang, aku tak akan pernah lagi ada di sana menunggumu kembali. jalanku dan jalanmu sudah berbeda. selamat tinggal!
akan ku buktikan, aku bisa bahagia tanpanya! ketika kelak nanti kita akan bertemu di kota impianku, dia tak akan menjadi sebabku kesal, sedih dan membenci kota impianku, Jogja. justru aku dengan bangga kan menunjukkan padanya, bahwa di kota itu pula aku mendapatkan semua mimpiku. semua anganku. semua harapanku. semua kesuksesanku.
dan mendapatkan kebahagiaan bukan berasal darinya. kan ku buktikan bahwa aku memang yang terbaik, dia kan menyesal telah mengabaikan dan menyakiti hatiku.
aku masih akan menganggapmu teman, namun hanya sekedar status itu tanpa ada rasa mengenal jauh. sampai ketemu di Jogja! aku akan lebih bahagia dari sekarang!

ikhlaskan semua yang telah pergi...
maaf aku tak bisa bersikap seperti dulu kepada kalian berdua. kepercayaanku yang terluka ini, tak akan pernah sembuh. sakitnya akan berlangsung selamanya.
ingatlah, karma akan datang pada orang dan di saat yang tepat. percayalah :)
Get Well Soon for Me :*

0 Note:

Posting Komentar

 

Novela Dinar Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos