Kamu berdiri diantara kehidupan.
Antara kejamnya dunia dan hangatnya kebersamaan. Rembulan setia menemanimu
menangis dan mendengarkan hatimu meronta. Kulihat di malam yang dingin ini kamu
mencoba menahan diri dari kenyataan. Namun yang hanya dapat kamu rasakan adalah
penyesalan. Kamu renungkan apa yang terjadi. Terdiam, membiarkan suara desah
malam memperhatikanmu. Sendu dan terluka terlihat dari pancaran wajah indahmu.
Serbuan air mata yang menunggu untuk menetes, menyatu dengan dinginnya malam
ini. Selalu kuperhatikan tingkah dan kemauanmu.
Seorang lelaki tinggi dengan lembut
mendekatimu dan mengajakmu masuk kedunia yang lebih nyaman dan hangat. Kamu
hanya tersenyum dan berkata “ Iya, segera”
Lelaki itu membalas
senyumanmu, membelai rambut panjangmu yang dulu begitu ku favoritkan lalu mengecup keningmu dengan penuh kasih sayang. Lalu lelaki itu pun
masuk dan menunggumu disana. Lelaki yang memang sudah di gariskan oleh takdir untuk berdiri di sampingmu. Menemanimu menjadi pasangan hidup. Bukan aku.
Kamu
kembali menatap rembulan yang dulu pernah kita yakini bersama. Jika ada
rembulan disana maka aku sedang berada disampingmu. Kamu hanya tersenyum dan
membuka liontin kerang yang harusnya kuberikan sendiri pada hari ini ulang
tahunmu.
Angin
malam berhembus kencang menerpa tubuh lemahmu. Aku ingin memeluk dan
menghangatkanmu. Namun, disini aku hanya dapat menyesali diri. Kamu mulai
bercerita tentang kita kepada dunia malam. Tentang kebersamaan dan keceriaan
kita dulu. Kadang kamu tertawa, kadang kamu menangis dan kadang kamu kecewa.
Namun disini aku sangat bersyukur. Kamu
diberi kesempatan lebih,walaupun kita harus terpisah oleh waktu. Kejadian lalu
yang membuat kamu dan aku tak dapat bersatu kembali. Kejadian dimana malaikat
menjemputku pulang. Kita sama-sama tahu bahwa apa yang kita lakukan tak
seharusnya terjadi. Kini, aku hanya dapat melihatmu dari jauh hati. Di malam
Ulang Tahunmu yang paling kau dambakan ini aku telah menepati janjiku padamu.
Walaupun hanya jiwaku saja yang menemanimu. Aku akan selalu bersamamu walaupun
ragaku telah mati. Aku juga percaya, malam ini disaat rembulan dan dunia malam
hidup kau akan selalu kulihat bahagia.
Aku ingin katakan,
Selamat Ulang
Tahun..........
Aku tahu kalimat itu yang harusnya
kuucapkan padamu
malam ini.Walaupun
hanya sebuah bisikan sayang, tapi aku tahu kamu mendengarnya..........
Kamu tersenyum dan air mata jatuh
menetes dipipi merahmu. Kemudian kau ucapakan perlahan. Dan aku tahu itu kamu
ucapkan untukku,
Terima
Kasih................Wanitaku...
0 Note:
Posting Komentar